Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Ketika Hijrah Dibayar Mahal: Pengorbanan Shuhaib demi Islam

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

05 - Jan - 2026, 10:28

Placeholder
Ilustrasi Sayyidina Shuhaib bin Sinan menjadi potret terang tentang bagaimana keyakinan diuji bukan dengan kata-kata, melainkan dengan harta, keselamatan, dan pilihan paling sunyi (ist)

JATIMTIMES - Kisah para sahabat Nabi tak pernah sekadar cerita masa lalu. Ia adalah jejak iman yang hidup, penuh risiko, dan kadang berdarah-darah. Di antara kisah itu, perjalanan Sayyidina Shuhaib bin Sinan menjadi potret terang tentang bagaimana keyakinan diuji bukan dengan kata-kata, melainkan dengan harta, keselamatan, dan pilihan paling sunyi.

Shuhaib termasuk generasi awal yang menerima Islam ketika jumlah kaum Muslim masih sangat sedikit dan posisi mereka terjepit. Bersama seorang sahabat, ia mendatangi rumah Al-Arqam, tempat Rasulullah SAW menyampaikan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Mereka datang dari arah berbeda, namun bertemu pada tujuan yang sama: menyatakan iman dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada risalah Islam.

Baca Juga : Napak Tilas Pendirian NU 2026, PCNU Surabaya Teguhkan Ingatan Sejarah dan Khidmah Ulama

Situasi saat itu jauh dari kata aman. Kaum Quraisy menekan habis-habisan. Kekerasan, pengucilan, hingga perampasan harta menjadi realitas harian. Dalam kondisi seperti itulah Rasulullah SAW akhirnya berhijrah dari Makkah dan memberi izin kepada para sahabat untuk melakukan hal serupa. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi keputusan besar yang mempertaruhkan segalanya.

Shuhaib memilih berangkat. Namun Quraisy tidak tinggal diam. Mereka mengawasi setiap Muslim yang hendak pergi, memastikan tak seorang pun lolos dengan selamat, terutama jika membawa harta. Pada suatu malam, Shuhaib berpura-pura keluar untuk buang air kecil. Kesempatan itu ia manfaatkan untuk melarikan diri dengan menunggang kuda.

Tak lama kemudian, orang-orang Quraisy menyadari siasat itu dan mengejarnya. Saat jarak semakin dekat, Shuhaib berhenti, menggenggam busur dan anak panah. Ia memperingatkan para pengejar dengan tegas bahwa dirinya dikenal sebagai pemanah yang tak pernah meleset, dan setiap langkah mendekat akan dibayar dengan nyawa.

Ancaman itu dibalas dengan tekanan. Quraisy menegaskan mereka tak akan membiarkannya pergi membawa hidup sekaligus hartanya. Mereka mengingatkan masa lalu Shuhaib yang datang ke Makkah dalam keadaan miskin, lalu memperoleh kekayaan di sana.

Di titik genting itulah Shuhaib membuat keputusan yang mengubah segalanya. Ia menawarkan seluruh hartanya, ditinggalkan tanpa syarat, asal dirinya diberi jalan untuk melanjutkan hijrah. Tawaran itu diterima. Shuhaib menunjukkan lokasi harta yang ia simpan, dan kaum Quraisy pun membiarkannya pergi.

Baca Juga : Sosok Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi, Pimpinan Gontor yang Wafat di Usia 76 Tahun

Dengan tubuh letih namun jiwa merdeka, Shuhaib akhirnya tiba di Madinah. Rasulullah SAW menyambutnya dengan penuh kegembiraan dan bersabda, “Transaksimu telah beruntung, wahai Abu Yahya.” Ucapan itu diulang Rasulullah SAW hingga tiga kali.

Mendengar sabda tersebut, wajah Shuhaib berseri. Ia berkata dengan penuh takjub bahwa tak seorang pun sempat menceritakan peristiwa itu sebelum dirinya tiba, dan hanya Jibril yang mungkin menyampaikannya kepada Rasulullah SAW.

Makna kisah ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam hadis sahih: “Dunia itu penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim).
Bagi Shuhaib, dunia memang bukan tempat untuk digenggam erat, melainkan dilepas ketika iman menuntut harga.


Topik

Agama Shuhaib sahabat nabi hijrah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya