Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah Jatuh 18 Februari, Pemerintah Kapan? 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

05 - Jan - 2026, 18:49

Placeholder
Ilustrasi berbuka puasa. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tinggal menghitung pekan. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa Ramadan 2026 yang jatuh pada Rabu 18 Februari 2026. Lalu, kapan pemerintah menetapkan awal Ramadan?

Ketetapan tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H. Dalam maklumat itu, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki yang berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Baca Juga : Tarif Parkir Rp50 Ribu di Bukit Bintang Viral, Bapenda Kota Batu Panggil Pengelola

Berdasarkan perhitungan Muhammadiyah, ijtimak menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H, tepatnya pukul 12:01:09 UTC. Namun, saat matahari terbenam di hari tersebut, kriteria visibilitas hilal berdasarkan Parameter Kalender Global (PKG) 1 belum terpenuhi.

PKG 1 sendiri mensyaratkan tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat. Karena belum terpenuhi, Muhammadiyah kemudian mengacu pada PKG 2. Dari hasil perhitungan lanjutan, diketahui terdapat wilayah di Amerika yang memenuhi kriteria visibilitas hilal, sementara ijtimak tercatat terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

Dengan berpegang pada prinsip kesatuan matlak global, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan secara serentak di seluruh dunia. “Di seluruh dunia tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M,” bunyi maklumat yang dikutip melalui situs resmi Muhammadiyah.

Puasa Ramadan menurut ketetapan Muhammadiyah akan berlangsung selama 30 hari. Ijtimak menjelang Syawal terjadi pada 30 Ramadan 1447 H, tepatnya 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC. Pada hari tersebut, sejumlah wilayah sudah memenuhi kriteria PKG 1, sehingga Idul Fitri ditetapkan keesokan harinya.

“Di seluruh dunia tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026,” demikian bunyi keputusan Muhammadiyah.

Sementara itu, hingga kini pemerintah belum menetapkan awal Ramadan 1447 H/2026 M. Mengacu pada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, penentuan awal puasa dilakukan melalui sidang isbat.

Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni: Fokus Kami di 2026 untuk Kesejahteraan Masyarakat

Biasanya, sidang isbat digelar pada 29 Syakban. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, 29 Syakban 1447 H jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Meski demikian, jadwal resmi sidang isbat masih menunggu pengumuman pemerintah.

Meski penetapan pemerintah belum keluar, hitung mundur menuju Ramadan 2026 sudah bisa dilakukan. Jika mengacu pada ketetapan Muhammadiyah, puasa akan dimulai 43 hari lagi dari hari ini, Senin (5/1/2026).

Sementara itu, berdasarkan kalender Hijriah versi pemerintah memprediksi 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026, maka puasa akan dimulai 45 hari lagi. Jika pun terjadi perbedaan, selisih awal Ramadan biasanya hanya terpaut satu hari.


Topik

Agama Ramadan puasa awal Ramadan Muhammadiyah pemerintah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy