Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

MIN 1 Kota Malang Libatkan Psikolog Dampingi Adaptasi Siswa di Pembelajaran Digital

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

28 - Aug - 2026, 16:41

Placeholder
MIN 1 Kota Malang melibatkan psikolog madrasah untuk mendampingi siswa dalam menghadapi peralihan pembelajaran berbasis kertas menuju penggunaan perangkat digital (ist)

JATIMTIMES – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang melibatkan psikolog madrasah untuk mendampingi siswa dalam menghadapi peralihan pembelajaran berbasis kertas menuju penggunaan perangkat digital. Langkah ini dilakukan setelah muncul masukan wali murid mengenai perubahan hasil belajar anak sejak ulangan harian mulai menggunakan tablet dan laptop.

Koordinator Bidang Kehumasan MIN 1 Kota Malang, Mutik Atul Khoiriyah, mengatakan penerapan pembelajaran digital dilakukan secara bertahap. Saat ini, sistem tersebut mulai diterapkan pada siswa kelas 3 hingga kelas 6, sedangkan kelas 1 dan 2 masih lebih banyak menggunakan metode berbasis kertas.

1

Menurut Mutik, perubahan pola belajar dan evaluasi tersebut membutuhkan proses pembiasaan. Siswa yang sebelumnya terbiasa mengerjakan soal menggunakan lembar kertas harus menyesuaikan diri dengan perangkat, tampilan soal hingga mekanisme pengerjaan secara digital.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Bersama Pemkot Malang Perkuat Validasi Data, 46.153 Data Tidak Valid Segera Non-Aktif

“Peralihan dari paper test ke digital memang memerlukan adaptasi bagi anak-anak. Tentu ini jadi perhatian kami,” ungkap Mutik.

Masukan mengenai proses adaptasi tersebut salah satunya datang dari wali murid. Seorang wali murid menyampaikan kepada wali kelas bahwa hasil belajar anaknya mengalami penurunan setelah mulai mengikuti ulangan dengan moda digital. Anak tersebut bahkan disebut telah mengikuti remedial pada tiga mata pelajaran.

Kondisi itu dibandingkan dengan hasil belajar ketika anak masih duduk di kelas 1 dan 2 yang sebelumnya tidak pernah mengikuti remedial. Wali murid juga menyampaikan kekhawatiran bahwa penggunaan tablet atau laptop saat mengerjakan soal dapat memengaruhi konsentrasi anak.

Mutik mengatakan masukan tersebut menjadi perhatian madrasah. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan psikolog madrasah untuk melihat kesulitan yang dialami siswa sekaligus mencari pendekatan yang dapat membantu proses adaptasi.

“Terima kasih atas masukannya. Hal ini akan saya sampaikan kepada psikolog sekolah, semoga mendapatkan tips dan solusi,” katanya.

Respons tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pendampingan langsung kepada siswa. Pada Rabu (23/8/2026), Psikolog Madrasah MIN 1 Kota Malang, Shofura Haniifah atau yang akrab disapa Bu Rara, memberikan sosialisasi kepada siswa kelas 3.

Kegiatan berlangsung bersamaan dengan ekstrakurikuler Pramuka di lapangan madrasah. Bu Rara mengajak siswa berinteraksi secara langsung untuk mengetahui pengalaman mereka ketika mengikuti pembelajaran maupun mengerjakan soal menggunakan perangkat digital.

Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah mengenai kesulitan siswa ketika menggunakan tablet atau laptop. Hampir seluruh siswa mengacungkan tangan ketika ditanya apakah masih mengalami kendala dalam mengerjakan soal secara digital.

2

Beberapa siswa kemudian diminta maju untuk menceritakan pengalaman mereka di hadapan teman-temannya. Dari interaksi tersebut, siswa diberikan ruang untuk menyampaikan bagian yang dirasakan sulit selama mengikuti pembelajaran dengan moda digital.

Baca Juga : Pengamanan Demonstrasi 27 Agustus Libatkan Prajurit TNI, Koalisi Desak Hentikan Militerisasi Ruang Sipil

Pendampingan psikolog tersebut dilakukan untuk membantu melihat proses adaptasi siswa secara lebih dekat. Kesulitan yang muncul tidak langsung dikaitkan dengan kemampuan akademik, karena siswa juga harus membangun kebiasaan baru dalam menggunakan perangkat sebagai bagian dari kegiatan belajar.

Mutik menambahkan, penggunaan perangkat digital di madrasah tidak hanya diterapkan dalam proses pembelajaran, tetapi juga mulai digunakan dalam evaluasi. Karena itu, kesiapan siswa menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama penerapannya.

Peralihan tersebut membuat siswa harus beradaptasi dengan sejumlah hal yang sebelumnya tidak mereka temui dalam evaluasi berbasis kertas, mulai dari membaca soal melalui layar, mengoperasikan perangkat, memilih jawaban hingga mempertahankan konsentrasi selama pengerjaan.

Sementara itu, kelas 1 dan 2 masih lebih banyak menggunakan pembelajaran berbasis kertas. Pola tersebut membuat proses transisi ke sistem digital dilakukan secara bertahap sesuai jenjang siswa.

Melalui pendampingan psikolog, madrasah juga dapat memperoleh gambaran mengenai pengalaman siswa dalam menjalani perubahan tersebut. Beberapa siswa diberi kesempatan menyampaikan kesulitan secara langsung, sehingga persoalan yang mereka hadapi dapat diketahui tidak hanya dari hasil evaluasi, tetapi juga dari pengalaman selama proses belajar.

Mutik mengatakan masukan dari wali murid tetap menjadi bagian dari komunikasi madrasah dalam menjalankan perubahan pola pembelajaran tersebut. Ketika terdapat persoalan dalam penerapan moda digital, pihak madrasah akan melihatnya sebagai bahan evaluasi bersama.

Pendampingan terhadap siswa pun dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran yang berjalan di madrasah, termasuk melalui kegiatan yang melibatkan psikolog untuk membantu siswa menghadapi perubahan pola belajar tersebut.


Topik

Pendidikan min 1 kota malang psikolog madrasah pembelajaran digital



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan