Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Gunung Semeru Kembali Erupsi, 21 Kali Gempa Letusan dan Lava Pijar Meluncur 1,5 Km ke Besuk Kobokan

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

28 - Aug - 2026, 10:20

Placeholder
Ilustrasi semeru erupsi. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (28/8/2026) dini hari. Aktivitas vulkanik gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut ditandai dengan guguran lava pijar yang meluncur hingga 1,5 kilometer dari puncak.

Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat guguran lava pijar terjadi sebanyak dua kali. Material vulkanik itu meluncur ke arah tenggara, menuju kawasan Besuk Kobokan.

Baca Juga : 3 Doa Lepas dari Jeratan Utang, Diajarkan Nabi kepada Ali bin Abi Thalib

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, mengatakan jarak luncur guguran lava pijar mencapai sekitar 1.500 meter dari puncak kawah.

"Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke tenggara," ujar Yadi Yuliandi dalam laporan tertulisnya, Jumat (28/8/2026).

Selain guguran lava pijar, aktivitas erupsi juga masih terpantau dari kawah Gunung Semeru. Dalam pengamatan, tercatat tujuh kali letusan dengan tinggi kolom abu berkisar 200 hingga 500 meter di atas puncak.

Kolom abu yang muncul berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah pergerakannya condong ke timur mengikuti kondisi angin di sekitar kawasan gunung.

Aktivitas Gunung Semeru tidak hanya terlihat dari erupsi dan guguran lava pijar. Kegempaan di dalam gunung juga masih cukup aktif.

Dalam periode pengamatan selama enam jam, yakni Jumat (28/8/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat 21 kali gempa letusan atau erupsi.

Gempa tersebut memiliki amplitudo 10-22 milimeter dengan durasi antara 67 hingga 120 detik.

"Dalam pengamatan kegempaan tercatat 21 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 67-120 detik," kata Yadi.

Selain gempa letusan, Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2-12 milimeter dan durasi 56-88 detik.

Kemudian, terdapat dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 6-8 milimeter dan durasi 52-77 detik. Sementara itu, gempa tektonik jauh tercatat sebanyak dua kali dengan amplitudo 5-17 milimeter.

Baca Juga : Demo 27 Agustus Berujung Ricuh, Gas Air Mata Ditembakkan hingga Motor Dibakar

Secara visual, kondisi Gunung Semeru saat pengamatan terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati, sementara cuaca dilaporkan cerah dengan angin bertiup lemah ke arah tenggara dan selatan.

Di tengah aktivitas erupsi yang masih berlangsung, status Gunung Semeru hingga Jumat (28/8/2026) tetap berada pada Level III atau Siaga.

Dengan status tersebut, masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan yang masuk dalam zona berbahaya.

Petugas secara khusus mengimbau masyarakat untuk menjauhi sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan yang perlu diwaspadai karena berpotensi terdampak material vulkanik, termasuk awan panas guguran.

"Masyarakat kami mengimbau kepada warga agar tidak beraktivitas sejauh 13 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar," pungkas Yadi.

Selain ancaman awan panas guguran, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan. Bahaya tersebut terutama perlu diperhatikan di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru.

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Semeru diharapkan terus mengikuti informasi resmi dari petugas dan tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana.


Topik

Peristiwa lumajang gunung semeru yadi yuliandi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa