Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

PKKMB Candradimuka 2026 FISIP UB, Tekankan Pembentukan Generasi Muda yang Peka Persoalan Bangsa

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13 - Aug - 2026, 13:46

Placeholder
PKKMB Candradimuka 2026 Fisip UB (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FISIP Universitas Brawijaya (UB) Candradimuka 2026 tidak sekadar menjadi pintu masuk mahasiswa baru ke lingkungan akademik. FISIP UB menempatkan momentum tersebut sebagai awal proses pembentukan karakter mahasiswa yang datang dari latar belakang berbeda untuk tumbuh dalam satu lingkungan akademik.

Pembukaan PKKMB FISIP UB Candradimuka 2026 berlangsung di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Kota Malang, Kamis (13/8/2026). Dekan FISIP UB Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si., menggambarkan Candradimuka sebagai sebuah kawah yang mempertemukan mahasiswa dari beragam daerah, etnis, pengalaman, dan latar belakang.

1

Menurut Imron, keberagaman tersebut justru menjadi modal penting dalam proses pembentukan mahasiswa selama menjalani kehidupan kampus.

Baca Juga : Harga Daging Sapi di Malang Tembus Rp 150 Ribu, Pedagang Kehilangan 15 Kg Penjualan per Hari

"Simbolisme tentang sebuah kawah yang kemudian kita harapkan nanti mereka menjadi bagian-bagian yang akan menjadi manusia baru. Dari beragam wilayah, dari beragam etnis, dari beragam apapun, di sini disatukan," ujar Imron.

Ia menilai proses tersebut tidak berhenti pada pengenalan lingkungan kampus. Mahasiswa baru perlu diarahkan untuk membangun ikatan sosial dan akademik yang memungkinkan mereka saling mengenal, berkolaborasi, sekaligus memahami persoalan yang berkembang di lingkungan sekitar.

Karena itu, rangkaian setelah PKKMB juga diarahkan pada aktivitas mahasiswa yang memiliki keterhubungan dengan masyarakat. FISIP UB menyiapkan tahapan kegiatan lanjutan melalui agenda Gerida mahasiswa, termasuk aktivitas yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat di sekitar kampus maupun kawasan Malang Raya.

"Termasuk upaya-upaya hal-hal yang mungkin berkaitan sampai nanti ketika mereka tadi saya sampaikan tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan untuk memberi dampak kepada masyarakat," katanya.

2

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi cara untuk mempercepat proses adaptasi mahasiswa yang berasal dari luar Kota Malang. Mereka tidak hanya mengenal ruang akademik di dalam kampus, tetapi juga memahami lingkungan sosial tempat mereka menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Imron menyebut ikatan antarmahasiswa yang mulai terbentuk sejak masa pengenalan kampus perlu terus dipelihara. Kelompok-kelompok yang terbentuk di awal perkuliahan diharapkan berkembang menjadi jejaring yang kuat selama mahasiswa menjalani proses akademik.

Di tengah momentum bulan kemerdekaan, FISIP UB juga mengangkat pesan tentang kecintaan terhadap Indonesia. Sebanyak 1.300 pesan cinta disampaikan mahasiswa dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pesan tersebut, lanjut Imron, tidak semata-mata menjadi simbol perayaan kemerdekaan. Ada gagasan yang ingin ditanamkan, terutama mengenai bagaimana generasi muda memandang kondisi bangsa dan masa depan Indonesia.

"Pesan khususnya adalah bahwa masyarakat Indonesia, terutama adik-adik itu, kita harapkan betul-betul memiliki rasa semangat cinta kepada negeri ini, Ibu Pertiwi kita ini, Indonesia," tuturnya.

Pesan kemerdekaan yang dibawa mahasiswa juga menyentuh makna kebebasan yang lebih luas. Kemerdekaan tidak hanya dipahami sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga cita-cita untuk keluar dari persoalan seperti kemiskinan dan berbagai kondisi sosial yang masih dihadapi masyarakat.

Baca Juga : Presiden Prabowo Resmikan Empat Jembatan Garuda di Kota Blitar, Mas Ibin: Perkuat Konektivitas dan Ekonomi

"Adik-adik sampaikan bahwa kita harus betul-betul merdeka. Merdeka dalam segala hal, dari kemiskinan, dari kondisi-kondisi yang mungkin selama ini banyak terjadi di kita," kata Imron.

Menurut dia, suara mahasiswa baru penting karena mereka merupakan bagian dari generasi yang kelak akan mengambil peran dalam menentukan arah bangsa. Apa yang mereka pikirkan hari ini, termasuk pesan yang disampaikan melalui momentum kemerdekaan, menjadi gambaran tentang harapan generasi muda terhadap Indonesia.

Karena itu, pesan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ekspresi mahasiswa. Imron berharap gagasan yang muncul dapat menjadi pengingat bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya membangun Indonesia dengan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa.

"Indonesia itu harus kita dorong dengan kebanggaan kita sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari negara kita ini," ujarnya.

Proses pembentukan mahasiswa, lanjutnya, juga tidak selesai dalam dua hari pelaksanaan PKKMB. FISIP UB akan melanjutkan proses tersebut melalui berbagai aktivitas mahasiswa yang dirancang secara bertahap, termasuk kegiatan yang berorientasi pada kontribusi sosial.

Arah tersebut menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai peserta pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai kelompok muda yang sejak awal didorong untuk memahami lingkungan sosial dan persoalan masyarakat.

Imron berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa FISIP UB untuk menjalani perjalanan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar.

"Adik-adik ini adalah generasi yang nanti akan menyongsong Indonesia Emas," tegasnya.


Topik

Pendidikan PKKMB FISIP UB mahasiswa baru Generasi Muda Persoalan Bangsa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni