Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Jelang Isra Mikraj 2026, Ini 8 Hikmah di Balik Peristiwa Agung Rasulullah

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

12 - Jan - 2026, 06:29

Placeholder
Ilustrasi Isra Mikraj. (Foto: Islami.co)

JATIMTIMES - Umat Islam akan kembali memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada 27 Rajab, yang tahun ini bertepatan dengan 16 Januari 2026. Peristiwa luar biasa ini menjadi salah satu momen dalam sejarah Islam sekaligus sarat makna dan hikmah bagi orang-orang yang beriman.

Isra Mikraj merupakan peristiwa agung yang hanya terjadi dalam satu malam. Isra bermakna perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Sementara Mikraj adalah peristiwa dinaikkannya Rasulullah SAW menembus lapisan-lapisan langit hingga mencapai batas yang tidak mampu dijangkau oleh malaikat, manusia, maupun jin.

Peristiwa ini ditegaskan langsung oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Senin Wage 12 Januari 2026: Awas, Emosi Perlu Dijaga

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَى ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Artinya: Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat (QS Al-Isra’ [17]: 1).

Ayat tersebut menegaskan bahwa salah satu tujuan Isra Mikraj adalah agar Allah SWT memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini juga dijelaskan oleh Syekh at-Thanthawi dalam Tafsir al-Wasith lil Qur’anil Karim halaman 259, bahwa peristiwa ini menunjukkan kemuliaan Rasulullah di sisi Allah, sekaligus menguatkan keyakinan beliau dalam menjalankan risalah dakwah.

Dilansir dari NU Online, berikut delapan hikmah penting di balik peristiwa Isra Mikraj.

Pertama, tingginya derajat kehambaan

Dalam QS Al-Isra’ ayat 1, Allah SWT menyebut Nabi Muhammad SAW dengan istilah ‘abdun atau hamba. Penyebutan ini menunjukkan bahwa derajat kehambaan yang sempurna justru menjadi kemuliaan tertinggi di sisi Allah. Sebutan serupa juga terdapat dalam QS Al-Baqarah ayat 23 dan QS Al-Jin ayat 19.

Kedua, pembentukan ketangguhan dakwah

Menjelang Isra Mikraj, Rasulullah SAW menghadapi masa-masa berat. Orang-orang terdekat yang menjadi penopang dakwah wafat satu per satu, sementara tekanan dan penindasan kaum Quraisy semakin keras. Ujian tersebut menjadi bagian dari proses penguatan mental dan keteguhan Rasulullah  dalam menyampaikan risalah.

Ketiga, keberanian menyampaikan kebenaran

Setelah peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah SAW langsung menyampaikan apa yang dialaminya kepada penduduk Makkah. Banyak yang menolak dan menganggap kisah tersebut mustahil. Dari sini, umat Islam diajarkan untuk tetap menyampaikan kebenaran, meski pahit dan penuh penolakan.

Keempat, penegasan syariat Nabi Muhammad SAW

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Mutakhirkan Data untuk Penyaluran Bansos yang Tepat Sasaran

Dalam peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah SAW menjadi imam salat bagi para nabi terdahulu. Hal ini menjadi isyarat bahwa syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW telah menyempurnakan dan menggantikan syariat nabi-nabi sebelumnya.

Kelima, kemuliaan Masjidil Aqsha

Masjidil Aqsha menjadi tujuan perjalanan Isra sebelum Rasulullah SAW melanjutkan Mikraj ke Sidratul Muntaha. Ini menunjukkan keistimewaan masjid yang berada di Palestina tersebut. Masjidil Aqsha juga pernah menjadi kiblat salat umat Islam, serta memiliki keutamaan pahala salat hingga 500 kali lipat dibanding masjid biasa.

Keenam, Islam sebagai agama fitrah dan kesucian

Saat Mikraj, Rasulullah SAW diberi pilihan antara susu dan khamr. Beliau memilih susu, lalu Malaikat Jibril AS berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Peristiwa ini menjadi simbol bahwa Islam adalah agama yang suci dan sesuai fitrah manusia.

Ketujuh, pentingnya ibadah salat

Salat lima waktu disyariatkan secara langsung pada malam Isra Mikraj tanpa perantara Malaikat Jibril, berbeda dengan syariat lainnya. Hal ini menunjukkan betapa penting dan istimewanya salat sebagai tiang agama bagi umat Islam.

Kedelapan, pemantapan keyakinan Rasulullah SAW

Sebelum Mikraj, Rasulullah SAW mengenal surga, neraka, dan perkara gaib melalui wahyu, yang disebut ‘ilmul yaqin. Saat Mikraj, beliau melihatnya secara langsung, yang disebut ‘ainul yaqin. Keyakinan yang disertai penglihatan langsung ini semakin menguatkan keimanan dan keteguhan beliau.

Demikian delapan hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa agung Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Semoga peringatan Isra Mikraj 2026 ini menambah keimanan dan memperkuat kualitas ibadah umat Muslim. Amin ya rabbal alamin.


Topik

Agama Isra Mikraj hikmah Isra Mikraj Rasulullah Nabi Muhammad SAW kajian Islam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy