Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

DLH Benahi Skatepark Alun-Alun Kota Malang, Skater Minta Desain Tak Asal demi Keselamatan

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

02 - Feb - 2026, 15:01

Placeholder
Komunitas skateboard saat bermain di Alun-alun Merdeka Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang mulai melakukan pembenahan skatepark Alun-Alun Merdeka. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan perbaikan dilakukan sesuai perencanaan awal, sembari membuka ruang evaluasi dan masukan dari komunitas skateboard serta pemangku kepentingan terkait. 

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih fokus pada perbaikan dasar tanpa perubahan desain lintasan secara signifikan. Ia mengakui, proses perbaikan kali ini belum melibatkan atlet maupun pelatih skateboard secara khusus.

Baca Juga : Operasi Keselamatan Semeru 2026 Bergulir di Kota Malang, Polisi  Sentuh Sekolah hingga Kampus

“Untuk skateboard itu kebetulan kita hanya memperbaiki, kita belum sempat konsultasi sama dengan atlet-atlet atau mungkin pelatih yang bisa. Tapi sementara kita perbaiki, nanti ke depan kalau memang ada permintaan perubahan apa, nanti kita akan coba ajukan lagi pakai anggaran pemerintah atau branding Bank Jatim lagi,” ujar Raymond.

Menanggapi keluhan skater soal fungsi skatepark yang kerap beralih menjadi arena bermain anak-anak, Raymond mengatakan DLH menerima masukan tersebut dan akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Menurutnya, skatepark Alun-Alun Merdeka dibangun secara permanen sehingga penanganannya harus matang.

“Jadi kemarin kami telah melakukan sesuai dengan perencanaan awal. Dengan kondisi yang sepenuhnya ini dan informasi dari masyarakat juga, kami akan mencoba berikutnya, sebab itu dibuat permanen dalam arti ada pagar pembatas supaya tidak semua anak-anak kecil bisa masuk,” katanya.

Selain pembatas, DLH juga membuka kemungkinan penyesuaian desain lintasan. “Yang kedua memang lintasannya itu kan memang sudah ada perubahan. Nah nanti menyesuaikan lokasinya, perubahannya luasnya tetap, yang dirubah modelnya atau menambahkan luasan. Nah nanti masih terus terang, nanti kita kerja sama baik dengan KONI, KONI Kota Malang maupun dengan atlet atau dari pengurus cabor skateboard tersebut,” imbuh Raymond.

Di sisi lain, perhatian pemerintah ini mendapat sambutan positif dari komunitas skateboard. Agus Maulana Arifin, salah satu pecinta skateboard di Kota Malang, mengaku mengapresiasi langkah perbaikan yang dilakukan DLH, terutama pada sejumlah obstacle yang sebelumnya rusak.

“Menurut saya sebagai arek skate, tentu sangat berterima kasih karena akhirnya ada perhatian dari pemerintah. Sejumlah obstacle yang sebelumnya rusak, pecah, dan berlubang kini sudah mulai ditangani,” ujarnya.

Agus menilai persoalan utama skatepark Alun-Alun Kota Malang sejak awal ada pada kondisi lantai. “Sejak awal, PR skatepark Alun-Alun memang ada di lantainya, karena dari dulu floor-nya mudah retak dan berlubang, kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor kelembaban tanah,” katanya.

Baca Juga : Lantai Dapur Rumah Warga Sisir Tiba-Tiba Ambles Sedalam 12 Meter, Diduga Bekas Galian C Puluhan Tahun Silam

Ia juga menekankan bahwa keberadaan skatepark di pusat kota seperti Alun-Alun Merdeka tergolong langka di Indonesia. “Padahal, akan sangat disayangkan jika skatepark Alun-Alun ini sampai terbengkalai. Selama yang saya tahu, skatepark yang berada tepat di pusat kota seperti di Alun-Alun itu tergolong langka di Indonesia,” jelasnya.

Ke depan, Agus berharap jika ada renovasi lanjutan atau pembangunan ulang, pemerintah bisa melibatkan komunitas skate lokal. “Merenovasi skatepark itu tidak bisa asal-asalan. Ada perhitungan teknisnya. Jika salah desain atau salah pengerjaan, justru bisa berbahaya dan memicu cedera bagi skater itu sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyoroti persoalan klasik lain, seperti penerangan yang minim dan penyalahgunaan area skatepark oleh anak-anak kecil. Menurut Agus, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi membahayakan semua pihak.

“Mungkin solusinya, area skatepark perlu diberi pembatas yang jelas, papan larangan, atau penanda khusus agar masyarakat paham fungsi skatepark sebenarnya. Hal-hal yang terlihat sepele seperti ini justru penting demi keselamatan semua pihak,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan dlh kota malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang alun alun kota malang skatepark



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan