Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Wisata

Kayutangan Heritage Angkat Daya Tarik Kota Malang, Lama Tinggal Wisatawan Hotel Meningkat

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

01 - Feb - 2026, 16:09

Placeholder
Salah satu wisatawan saat berswafoto di area Kayutangan Heritage. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Sektor pariwisata Kota Malang terus menunjukkan tren positif seiring berkembangnya destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya. Salah satu yang memberi dampak nyata adalah kehadiran Kayutangan Heritage, kawasan bernuansa kolonial yang kini menjadi ikon wisata sekaligus penopang kinerja perhotelan di kota ini.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki mengatakan bahwa tingkat okupansi hotel di Kota Malang sepanjang 2024 hingga 2025 berada pada kisaran 60 hingga 70 persen. Menurut dia, angka tersebut mencerminkan kondisi yang cukup baik dan relatif stabil.

Baca Juga : Batoro Katong dan Babad Alas Pacitan: Jejak Islamisasi di Selatan Jawa

“Okupansi rata-rata berada di angka 60 sampai 70 persen. Ini kondisi yang bagus dan stabil bagi industri perhotelan di Kota Malang,” ungkap Agoes, Minggu (1/2/2026).

Ia menambahkan, pada tahun 2026, industri perhotelan Kota Malang akan semakin semarak dengan hadirnya sejumlah hotel baru. Kehadiran hotel-hotel tersebut dinilai bukan sebagai ancaman, melainkan pemacu semangat bagi pelaku usaha yang sudah ada.

“Dengan adanya hotel baru, justru menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saing,” imbuh Agoes.

Agoes juga mengungkapkan bahwa Kayutangan Heritage berkontribusi langsung terhadap peningkatan Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di Kota Malang yang saat ini tercatat sebesar 1,48 hari. Banyak wisatawan yang sebelumnya hanya menginap singkat, kini memilih memperpanjang masa tinggal.

“Wisatawan sering menambah satu malam. Setelah agenda utama selesai, mereka ingin menikmati suasana Kayutangan Heritage sebelum pulang,” tambah Agoes.

Menurut dia, Kayutangan Heritage kerap menjadi destinasi yang dikunjungi pada hari terakhir masa inap. Aktivitas wisata di kawasan tersebut, terutama pada sore hingga malam hari, membuat wisatawan merasa belum lengkap jika pulang tanpa singgah.

“Biasanya malam terakhir dimanfaatkan untuk jalan-jalan ke Kayutangan. Besok paginya baru kembali ke kota asal,” lanjut Agoes.

Baca Juga : Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Jadwal Awal Ramadhan dari Muhammadiyah hingga NU

Sebelum kawasan heritage tersebut berkembang, wisatawan yang menginap di Kota Malang cenderung menghabiskan waktu di luar kota, seperti Kabupaten Malang atau Kota Batu. Kini, wisata dalam kota memiliki daya tarik tersendiri yang mampu menahan wisatawan lebih lama.

Meski demikian, Agoes mengingatkan bahwa peningkatan kunjungan harus diimbangi dengan kualitas pelayanan. Ia berharap masyarakat di kawasan Kayutangan Heritage terus menjaga kenyamanan dan citra positif destinasi.

“Nilai sejarahnya sudah kuat. Tinggal bagaimana kenyamanan, keamanan, dan keramahan terus dijaga. Itu kunci agar wisatawan mau datang kembali,” ucap Agoes.

Ia juga menekankan peran kelompok sadar wisata (pokdarwis) sebagai mitra strategis dalam pengelolaan destinasi wisata. “Pokdarwis harus aktif berkomunikasi dan berkolaborasi. Masyarakat juga perlu dibekali kesadaran wisata agar ramah terhadap pengunjung,” jelas Agoes.

Dengan pesona sejarah yang terus dirawat dan dukungan layanan yang semakin baik, Kayutangan Heritage tidak hanya memperkaya pilihan wisata di Kota Malang, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan durasi menginap dan stabilitas okupansi hotel di kota ini.


Topik

Wisata Kayutangan Heritage Kota Malang wisatawan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy