Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Wisata

Anak Muda hingga Lansia di Desa Kemiren Banyuwangi Ikut Rasakan Manfaat Perkembangan Pariwisata 

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Yunan Helmy

02 - Feb - 2026, 18:19

Placeholder
Rumah adat masyarakat Oesing yang siap menerima kunjungan wisatawan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. (Istimewa)

JATIMTIMES - Sebagai salah satu desa penyangga wisata alam Gunung Ijen, Desa Kemiren di  Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dalam beberapa tahun terakhir mendapatkan berbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional. Hal itu mampu memberikan manfaat bagi warga desa, mulai dari yang muda sampai usia lansia.

 Bagi kalangan muda, seperti Rika, salah seorang anak muda Desa Kemiren, majunya pariwisata memberi banyak ruang bagi dia bersama kaum muda lain untuk memelihara, menjaga dan melestarikan kekayaan seni budaya adat istiadat dan tradisi warisan leluhur.

Baca Juga : Rakornas Pemerintah Pusat Dipimpin Presiden Prabowo, Pemprov Jatim Siap Wujudkan Program Prioritas 

"Desa kami sering didatangi tamu sejak menjadi desa wisata. Itu jadi dorongan bagi kami yang muda-muda untuk ikut melestarikan budaya," ujarnya.

Rika biasa membantu menawarkan jasa wisata kepada para pengunjung desa tersebut. Selain itu, dia  terbiasa menerima pesanan kuliner khas Osing dari para wisatawan.

Banyak anak muda seusia Rika yang tak harus meninggalkan desa tempat tinggal mereka untuk sekadar bekerja di kota. Dengan menjaga dan merawat budaya, mereka bisa memberi layanan kepariwisataan kepada tamu yang datang.

"Dari sana, keluarga saya dapat tambahan penghasilan. Wisata benar-benar memberi dampak ekonomi bagi keluarga kami," sambung Rika.

Pesatnya perkembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi membawa multiplier effect bagi perekonomian warga. 

Sebagai salah satu desa adat yang kental dengan nuansa Suku Oesing, seiring dengan perjalanan waktu, tidak sedikit warga desa mendapat berkah rupiah dari pengembangan pariwisata di desa tersebut. Bukan hanya kalangan anak muda, tapi juga warga lanjut usia.

Salah satu contohnya adalah Mbah Ning (81 tahun). Sejak Kemiren berkembang sebagai desa wisata, Mbah Ning mendapatkan pendapatan dari pariwisata meski di usia yang tidak lagi muda. Dia  aktif terlibat dalam kegiatan masak-memasak menu khas Oesing untuk melayani wisatawan.

"Kalau ada tamu, saya ikut masak. Mereka kan minta yang khas Kemiren, seperti pecel pitik, ayam kesrut. Dari sini sudah bisa dapat penghasilan," ujarnya.

Hidupnya pariwisata di salah satu desa wisata adat terbaik dunia versi PBB itu membuat warga lanjut usia seperti Mbah Ning tetap produktif. Mereka bisa berdaya dan tetap berpenghasilan dengan memanfaatkan keahlian yang dimiliki.

Baca Juga : Perkuat Peran Guru sebagai Agen Kesehatan, FIP Unikama Gelar Pelatihan UKS/M

"Bagi yang sudah tua seperti saya, ini sangat membantu. Kerja di sawah juga sudah terlalu berat," ungkap Mbah Ning.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kemiren mencatat, sebanyak 22 usaha kecil-menengah berdiri di desa tersebut. Mereka bergerak di usaha makan-minuman hingga sandang.

Di desa tersebut, juga berdiri sekitar 40 homestay. Mayoritas adalah rumah tinggal milik pribadi yang disewakan saat ada tamu berkunjung. Beberapa di antaranya adalah hunian berupa kamar-kamar yang sengaja dibangun untuk tempat menginap tamu.

“Adanya wisata juga membuat sanggar kesenian tetap hidup. Di Kemiren, sanggar kesenian berjumlah 18. Semuanya adalah sanggar yang melestarikan kebudayaan adat suku Oesing,” ujar Ketua Pokdarwis Desa Kemiren Moh. Edy Saputro.

Setiap tahun ribuan orang datang ke Desa Kemiren untuk mengenal kebudayaan setempat. Data yang dihimpun pokdarwis , rata-rata 2 ribu hingga 4 ribu kunjungan wisatawan dalam buku tamu dalam setiap tahunnya.

“Sebelum pandemi Covid-19, kunjungan di Desa Wisata Kemiren sempat menyentuh angka 18 ribu kunjungan. Itu terjadi pada 2019. Namun setelah pandemi, kami berupaya menyuguhkan kebudayaan dalam pariwisata sebaik mungkin untuk mengulang kembali capaian waktu itu,” imbuhnya.

Tak sekadar berdampak secara ekonomi. Perkembangan wisata juga membawa Desa Kemiren meraih berbagai penghargaan prestisius. Antara lain;  Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, Internasional The 5th ASEAN Homestay Award dalam ajang Asean Tourism Award (ATA) 2025, dan Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia (The Best Tourism Villages Upgrade Programme) dari United Nations Tourism, Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 


Topik

Wisata Desa Kemiren desa wisata Banyuwangi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Yunan Helmy