JATIMTIMES - Kabar baik datang bagi warga Pandanwangi dan sekitarnya. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan pembangunan permanen Jembatan Sonokembang segera direalisasikan. Proyek strategis ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada Februari 2026 setelah sekian lama jembatan tersebut hanya mengandalkan konstruksi sementara.
Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto. Ia menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Sonokembang menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur lalu lintas sekaligus pengendalian aliran sungai di kawasan tersebut.
Baca Juga : Kabar Reshuffle Kabinet Merah Putih Menguat, Begini Klarifikasi Istana
"Bulan depan, pembangunan Jembatan Sonokembang sudah bisa kami mulai," kata Dandung saat ditemui JatimTIMES.
Menurut Dandung, pembangunan jembatan permanen ini tidak sekadar mengganti struktur lama, tetapi juga mencakup pelebaran serta peninggian jembatan sekitar satu meter. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan elevasi jalan agar lebih landai sekaligus memastikan aliran sungai di bawah jembatan tetap lancar.
"Jembatan akan dibuat lebih tinggi agar aliran sungai tetap lancar dan tidak mudah tertahan sampah saat debit air meningkat," jelasnya.
Secara teknis, jembatan permanen Sonokembang dirancang memiliki lebar sekitar 9 meter dengan panjang kurang lebih 17 meter. Jembatan ini juga akan dilengkapi trotoar di sisi kanan dan kiri dengan lebar sekitar satu meter guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.
Tak hanya itu, DPUPRPKP Kota Malang juga akan melakukan penguatan fondasi serta sayap jembatan. Penguatan ini ditujukan agar konstruksi mampu menahan beban kendaraan dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Baca Juga : Ribuan Pohon Hasil Perempesan Akan Dilelang oleh DLH Kota Malang
Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkot Malang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5 miliar yang bersumber dari APBD Kota Malang. Selama proses pembangunan berlangsung, jembatan bailey yang saat ini digunakan warga tetap dipertahankan agar aktivitas lalu lintas tidak terganggu.
Jembatan sementara tersebut baru akan dibongkar setelah jembatan permanen selesai dibangun dan resmi difungsikan. Adapun waktu pengerjaan proyek diperkirakan memakan waktu sekitar lima hingga enam bulan.
"Untuk pengerjaan jembatan permanen diperkirakan memakan waktu sekitar lima hingga enam bulan," tandas Dandung.
