Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa Harlah 1 Abad NU

Gereja di Kota Malang Direncanakan Jadi Tempat Transit Jamaah Harlah 1 Abad NU, Toleransi Lintas Iman Kian Nyata

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

28 - Jan - 2026, 14:57

Placeholder
Gereja Katedral Ijen (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pelaksanaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Kota Malang pada 7-8 Februari 2026 tak hanya menyedot jutaan jamaah dari berbagai daerah, tetapi juga menghadirkan potret indah toleransi dan gotong royong lintas iman. Sejumlah gereja di Kota Malang disebut turut dimanfaatkan sebagai lokasi transit dan parkir jamaah NU, sebuah kolaborasi yang menuai apresiasi dari Pemerintah Kota Malang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengungkapkan, dampak ekonomi menjelang dan saat pelaksanaan Harlah 1 Abad NU sangat terasa. Tingkat hunian hotel dan penginapan di Kota Malang dilaporkan sudah banyak terisi. Bahkan, beberapa gereja telah dipesan oleh PCNU dari berbagai kabupaten dan kota sebagai tempat singgah sementara jamaah.

Baca Juga : Puguh DPRD Jatim Desak Evaluasi Izin Hiburan Malam di Kota Malang, Demi Marwah Kota Pendidikan

“Ini luar biasa. Saya belajar ke Sidoarjo kemarin, dampaknya sangat besar. Di Malang sendiri, sampai saat ini hotel dan penginapan sudah banyak yang dipesan. Bahkan ada beberapa gereja yang sudah digunakan PCNU-PCNU dari kabupaten/kota untuk transit jamaah,” ujar Wahyu, Rabu (28/1/2026).

Menurut Wahyu, gereja-gereja tersebut digunakan jamaah untuk beristirahat, mandi, dan transit di sela rangkaian kegiatan Harlah. Ia pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas keterbukaan serta dukungan dari pihak gereja.

“Karena kegiatannya kan banyak istirahat, mandi, dan transit. Saya berterima kasih atas itu. Ini menunjukkan semangat kebersamaan di Kota Malang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqunnajah menyampaikan bahwa hingga kini belum ada komunikasi resmi secara langsung dengan pihak gereja terkait pemanfaatan lokasi sebagai tempat transit. Meski demikian, panitia terus melakukan mitigasi agar seluruh aktivitas berjalan tertib dan saling menghormati.

“Terkait gereja, sejauh ini belum komunikasi langsung. Tapi kami kemarin menerima masukan agar akses ke dua rumah sakit, yakni Melati Husada dan Hermina, benar-benar dijaga agar pergerakan ambulans tidak terganggu jamaah,” jelas Gus Is.

Ia juga menyinggung adanya permintaan fasilitasi dari pihak gereja di kawasan Jalan Kawi, mengingat pada hari pelaksanaan Harlah bertepatan dengan jadwal ibadah kebaktian.

“Di Jalan Kawi itu kan ada gereja, di belakang bank, dan ada kegiatan kebaktian juga. Mereka minta difasilitasi. Harinya memang bersamaan dengan ibadah gereja dan tentu akan kami fasilitasi,” katanya.

Menurut Gus Is, panitia telah melakukan mitigasi, termasuk membuka kemungkinan penyesuaian waktu kegiatan agar seluruh agenda dapat berjalan harmonis. “Kami ingin semuanya bisa jalan, tidak saling mengganggu, saling menghormati. Bahkan harapannya, kalau memungkinkan, gereja bisa menjadi tempat transit dan parkir jamaah. Tapi memang sejauh ini belum ada komunikasi resmi langsung,” ucapnya.

Baca Juga : Pemkab Gresik Kembali Raih Piala UHC Awards 2026

Sementara itu, Romo Paroki Gereja Katedral Ijen, Romo Petrus Prihatin, menanggapi rencana pemanfaatan Gereja Katedral Ijen sebagai lokasi transit peserta Harlah 1 Abad NU. Ia mengaku belum menerima informasi maupun koordinasi resmi terkait hal tersebut.

"Kami belum tahu sama sekali dan sampai saat ini belum ada koordinasi apapun. Tentunya, kami siap mendukung kelancaran terlaksananya kegiatan Harlah NU tersebut," tegas Romo Petrus.

Ia menambahkan, apabila nantinya gereja ditunjuk sebagai tempat transit, pihaknya siap membantu setelah seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.

"Untuk Sabtu, ibadahnya dilaksanakan dua kali jam 16.30 WIB dan jam 18.30 WIB lalu Minggu pagi yaitu jam 05.30 WIB dan 07.30 WIB lalu sore di jam 16.30 WIB dan jam 18.30 WIB. Di luar dari jam tersebut, kondisi gereja sudah kosong dan kami siap membantu," jelasnya.

Romo Petrus juga memastikan kesiapan internal apabila gereja benar-benar difungsikan sebagai tempat transit jamaah. "Apabila memang ditunjuk menjadi tempat transit, maka baru kami bergerak dan melakukan koordinasi internal. Kami akan siapkan pengamanan internal yaitu petugas satpam dan Pasukan Santo Mikail (PSM), untuk membantu kelancaran peserta Harlah NU yang beristirahat," pungkasnya.


Topik

Peristiwa harlah 1 abad nu kota malang wahyu hidayat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri