Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

BEN Carnival 2026 Digelar Malam Hari, 40 Penampilan Bawa Budaya Nusantara ke Kota Blitar

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

23 - Aug - 2026, 08:35

Placeholder
Penampilan peserta 5th Blitar Ethnic National (BEN) Night Carnival 2026 memeriahkan kawasan Alun-Alun Kota Blitar, Sabtu (22/8/2026) malam. Mengusung tema Nusantara Retrofuturism: Harmoni Tradisi Menuju Kota Masa Depan, sebanyak 40 penampilan menghadirkan kekayaan budaya Nusantara yang mewakili 34 provinsi di Indonesia. (Foto: Dani Elang Sakti/Mahardhika FM)

JATIMTIMES – Jalan-jalan utama di jantung Kota Blitar berubah menjadi panggung kebudayaan Nusantara, Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Untuk pertama kalinya sejak digelar lima tahun lalu, Blitar Ethnic National (BEN) Carnival hadir dalam format malam hari. Sebanyak 40 penampilan membawa ragam budaya dari 34 provinsi dalam perayaan yang berkelindan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema Nusantara Retrofuturism: Harmoni Tradisi Menuju Kota Masa Depan, karnaval bergerak dari depan Alun-Alun Kota Blitar hingga kawasan depan SMPN 1 Kota Blitar. Permainan cahaya, kostum etnik, tari, dan sentuhan desain kontemporer membuat wajah kebudayaan Nusantara tampil berbeda di bawah langit malam Bumi Bung Karno.

Baca Juga : Diikuti Peserta Lintas Agama, Kirab Pawai Budaya Ancak Agung Teguhkan Ukhuwah dan Toleransi di Jember Terjaga

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin membuka langsung BEN Carnival kelima. Pembukaan ditandai dengan prosesi penyatuan tujuh mata air bersama jajaran Forkopimda serta sejumlah tamu undangan.

Hadir antara lain Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur M. Hadi Wawan Guntoro mewakili Gubernur Jawa Timur, anggota DPRD Jawa Timur Guntur Wahono dan Ahmad Tamim, serta unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN-BUMD hingga kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota.

Malam Pertama BEN Carnival

Ibin

Mas Ibin mengatakan perubahan waktu penyelenggaraan menjadi malam hari merupakan bagian dari evaluasi dan inovasi setelah BEN Carnival memasuki tahun kelima.

“Karena ini edisi kelima, mulai tahun ini kita coba tampilkan pada malam hari. Kita ingin menampilkan sesuatu yang berbeda. Rutenya masih seperti tahun kemarin, tetapi mungkin tahun depan akan kita perpanjang,” kata Mas Ibin sebelum acara.

Menurut dia, BEN Carnival sejak awal dirancang sebagai panggung untuk memperkenalkan kekayaan adat dan budaya Indonesia kepada masyarakat. Tahun ini, 40 penampilan merepresentasikan kekayaan budaya dari 34 provinsi.

Momentum HUT ke-81 RI membuat pesan kebinekaan itu semakin kuat. Keragaman, kata Mas Ibin, bukan sekadar tontonan, tetapi modal sosial yang menyatukan Indonesia.

“Bangsa kita sangat besar, sangat beragam dan sangat majemuk. Melalui BEN Carnival, budaya Nusantara kita tampilkan sebagai pembelajaran sekaligus hiburan bagi masyarakat tentang adat istiadat Nusantara,” ujarnya.

Ia menegaskan semangat itu sejalan dengan pesan Bung Karno tentang berkepribadian dalam kebudayaan. Kemajuan kota, menurut dia, tidak semestinya mencabut masyarakat dari akar budayanya.

“Indonesia ini harus terus bersatu sebagai tanah air Nusantara. Indonesia harus tetap jaya dan bersatu padu. Generasi penerus harus melanjutkan kemerdekaan Indonesia dengan cara bersatu,” kata Mas Ibin.

Tradisi Bertemu Masa Depan

Nusantara

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengatakan tema Harmoni Tradisi Menuju Kota Masa Depan sengaja mempertemukan kekayaan etnik dengan visi pembangunan Kota Blitar.

Kostum yang ditampilkan, kata dia, tidak berhenti pada reproduksi pakaian adat. Para peserta diberi ruang mengolah unsur tradisional dengan pendekatan desain modern dan futuristik.

“Kostum peserta tidak hanya mereplikasi pakaian adat secara statis, tetapi memadukan unsur tradisional dengan sentuhan desain modern atau futuristik,” ujar Rike.

Baca Juga : Gempa Susulan NTT Tembus 4.000 Kali, Kapan Berakhir?

Penyelenggaraan malam hari juga dipilih untuk memberi kenyamanan lebih kepada penonton. Suhu yang lebih sejuk diharapkan membuat masyarakat dapat menikmati keseluruhan pertunjukan lebih leluasa.

“BEN Carnival ini event strategis dan investasi masa depan. Kita merangkul generasi muda untuk berpartisipasi melestarikan budaya Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, event ini harus terus dipertahankan setiap tahun,” katanya.

Budaya Menggerakkan Kota

Bagi Pemerintah Kota Blitar, BEN Carnival tidak berhenti sebagai agenda hiburan tahunan. Festival ini diarahkan menjadi pengungkit pariwisata sekaligus ruang ekonomi bagi masyarakat.

Mas Ibin menargetkan BEN Carnival terus naik kelas menjadi salah satu agenda budaya unggulan Indonesia. Semakin besar daya tarik acara, semakin luas pula dampaknya bagi kunjungan wisata, pelaku UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan ekonomi lokal.

“Harapannya identitas Kota Blitar semakin kuat sebagai kota budaya, sekaligus kota yang patut dikunjungi karena memiliki banyak hiburan dan kebudayaan yang menunjukkan keberagaman,” ujarnya.

Pemkot juga melakukan sejumlah pembenahan pada penyelenggaraan tahun ini. Pagar pembatas penonton dibuat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya agar pandangan masyarakat menuju lintasan karnaval lebih leluasa. Ke depan, rute juga dipertimbangkan untuk diperpanjang sehingga daya tampung penonton semakin besar.

Di tengah kemeriahan tersebut, dimensi sosial turut dihadirkan. Pemkot Blitar membuka penggalangan donasi bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadikan panggung kebudayaan sekaligus ruang solidaritas kemanusiaan.

Mas Ibin menegaskan efisiensi pemerintahan tidak boleh mengurangi ruang publik yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Penghematan, menurut dia, terutama dilakukan pada kebutuhan internal birokrasi.

“Untuk kegiatan yang melibatkan dan menghibur masyarakat, justru akan kita perbanyak. Esensi pemerintahan adalah adanya kesatuan antara pemerintah dengan masyarakat,” katanya.

Ben

Malam itu, warna-warni Nusantara bergerak melintasi pusat Kota Blitar. Dari kostum, tari hingga musik, BEN Carnival membawa satu pesan: kota boleh bergerak menuju masa depan, tetapi akar kebudayaan tetap menjadi pijakan.

“BEN Carnival harus menjadi ruang bagi seniman dan generasi muda untuk berkarya, menarik semakin banyak wisatawan datang ke Kota Blitar, sekaligus menggerakkan UMKM dan perekonomian masyarakat,” kata Mas Ibin.


Topik

Peristiwa ben carnival blitar pawai budaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri