Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Indonesia Masuk Daftar, Ini 9 Negara ASEAN dengan Persentase Warga yang Mengaku Mudah Marah

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

21 - Jun - 2026, 14:41

Placeholder
Ilustrasi seorang pria sedang marah. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Perasaan marah merupakan emosi yang wajar dialami setiap orang. Namun, tingkat kemarahan masyarakat di setiap negara ternyata bisa berbeda-beda, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, situasi politik, konflik, hingga tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut tergambar dalam laporan emosi global yang dirilis Gallup pada 2025. Survei tersebut melibatkan penduduk berusia 15 tahun ke atas di 144 negara dan wilayah, dengan menanyakan berbagai emosi yang mereka rasakan pada hari sebelum diwawancarai, termasuk kemarahan, stres, kesedihan, kebahagiaan, hingga perasaan ingin belajar.

Baca Juga : Revitalisasi Empat Pasar Jadi Strategi Pemkot Malang Kejar Retribusi Rp10 Miliar

Di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), tidak semua negara tercakup dalam survei. Brunei Darussalam dan Timor-Leste tidak masuk dalam analisis, sehingga pemeringkatan hanya melibatkan sembilan negara. Lantas, bagaimana posisi Indonesia?

Daftar Negara ASEAN dengan Warga Paling Mudah Marah

1. Filipina (32 Persen)

Filipina menempati posisi teratas sebagai negara ASEAN dengan persentase warga yang paling banyak mengaku merasakan kemarahan. Sebanyak 32 persen responden menyatakan mengalami rasa marah pada hari sebelumnya, sementara 68 persen lainnya tidak.

Berbagai tantangan seperti dinamika politik, tekanan ekonomi, hingga ketidakpastian pekerjaan disebut menjadi faktor yang dapat memengaruhi tingkat stres masyarakat.

2. Myanmar (30 Persen)

Myanmar berada di urutan kedua dengan 30 persen responden mengaku mudah marah. Konflik berkepanjangan yang dipicu situasi politik dan kudeta militer telah memberikan tekanan besar terhadap kehidupan masyarakat di negara tersebut.

3. Sri Lanka (27 Persen)

Sebanyak 27 persen warga Sri Lanka mengaku mengalami kemarahan. Dampak krisis ekonomi yang sempat mengguncang negara itu beberapa tahun lalu dinilai masih memengaruhi kondisi psikologis sebagian masyarakat, meski pemulihan ekonomi terus berlangsung.

4. Kamboja (27 Persen)

Persentase yang sama juga ditemukan di Kamboja, yakni 27 persen responden mengaku mudah marah. Sementara mayoritas lainnya menyatakan tidak mengalami emosi tersebut dalam keseharian mereka.

5. Indonesia (21 Persen)

Indonesia berada di posisi kelima dalam daftar ini. Sebanyak 21 persen responden mengaku merasakan kemarahan. Sedangkan 79 persen lainnya menyatakan tidak.

Meski menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, dan ekonomi, mayoritas masyarakat Indonesia dalam survei tersebut tidak melaporkan mengalami kemarahan pada hari sebelum diwawancarai.

6. Malaysia (20 Persen)

Malaysia mencatat angka yang sedikit lebih rendah dibanding Indonesia. Hanya 20 persen responden yang mengaku mudah marah, sementara 80 persen lainnya tidak merasakan emosi tersebut.

7. Thailand (17 Persen)

Thailand menempati urutan ketujuh dengan 17 persen responden mengaku mengalami kemarahan. Sebaliknya, 83 persen responden menyatakan tidak merasakan emosi tersebut.

8. Singapura (14 Persen)

Di Singapura, hanya 14 persen warga yang melaporkan rasa marah, sedangkan sebagian besar responden atau sekitar 85 persen menyatakan tidak mengalaminya. Stabilitas ekonomi dan kualitas hidup yang relatif tinggi kerap dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

9. Vietnam (5 Persen)

Vietnam menjadi negara dengan persentase warga yang paling sedikit mengaku mudah marah di antara sembilan negara ASEAN yang disurvei. Hanya 5 persen responden melaporkan mengalami kemarahan, sementara sekitar 95 persen lainnya menyatakan tidak.

Pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang dan berbagai faktor sosial disebut sebagai salah satu hal yang dapat berkontribusi terhadap hasil tersebut.

Baca Juga : Bukan 21 Juni, Hari Ayah Nasional di Indonesia Diperingati 12 November, Ini Sejarah dan Maknanya

Ringkasan Peringkat

Berdasarkan laporan Gallup 2025 yang menganalisis data survei tahun 2024, berikut urutan negara ASEAN dengan persentase warga yang mengaku merasakan kemarahan:

• Filipina – 32 persen

• Myanmar – 30 persen

• Sri Lanka – 27 persen

• Kamboja – 27 persen

• Indonesia – 21 persen

• Malaysia – 20 persen

• Thailand – 17 persen

• Singapura – 14 persen

• Vietnam – 5 persen

Perlu dipahami bahwa data ini menggambarkan persentase responden yang mengaku merasakan kemarahan pada hari sebelum survei dilakukan, bukan ukuran bahwa suatu bangsa secara umum memiliki karakter lebih pemarah dibanding bangsa lain. Hasil tersebut merupakan potret kondisi emosional masyarakat pada periode survei yang dipengaruhi oleh beragam faktor sosial, ekonomi, dan politik. 


Topik

Serba Serbi ASEAN Asia Tenggara pemarah mudah marah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy