Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

BEM Psikologi UNJ Klarifikasi Namanya Dicatut BEM Bersatu: Yang Bersangkutan Alumni

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

17 - Jun - 2026, 10:38

Placeholder
Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu. (Foto: Threads)

JATIMTIMES - Baru-baru ini, kemunculan kelompok yang menamakan diri BEM Bersatu menuai sorotan di media sosial. Perhatian publik ini terjadi lantaran sejumlah mahasiswa tampil dalam konferensi pers dan mengatasnamakan organisasi kemahasiswaan dari berbagai kampus. 

Namun, di tengah ramainya perbincangan tersebut, muncul klarifikasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (BEM FPsi UNJ). Pihak BEM menegaskan bahwa salah satu sosok yang disebut sebagai perwakilan mereka ternyata bukan bagian dari kepengurusan aktif tahun 2026.

Baca Juga : Waspada Helikopter Parenting, Saat Kasih Sayang Orang Tua Justru Terlalu Mengikat

Sebelumnya, akun media sosial @critical.collapse mengunggah daftar nama yang hadir dalam konferensi pers BEM Bersatu. Dalam unggahan itu, terdapat nama Ahmad Ghazy yang disebut berasal dari BEM Psikologi UNJ.

Untuk diketahui, kelompok BEM Bersatu ini muncul dan mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari intervensi politik praktis, mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan catatan perbaikan tata kelola, serta mendukung pengusutan kasus korupsi secara objektif tanpa pandang bulu.

"Terlepas dari universe mana mereka berasal, harus kita apresiasi karena mereka dapat liputan dari berbagai media nasional tanpa harus turun ke jalan (demo)," tulis akun tersebut.

Akun itu juga membandingkan langkah BEM Bersatu dengan kelompok mahasiswa lain yang selama ini aktif menggelar aksi demonstrasi untuk menyuarakan tuntutan kepada pemerintah.

Menanggapi namanya yang ikut terseret dalam polemik tersebut, akun resmi Instagram BEM FPsi UNJ mengeluarkan pernyataan klarifikasi.

Dalam unggahan tersebut, klarifikasi BEM FPsi UNJ menegaskan bahwa mereka tidak pernah memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk mewakili ataupun menggunakan nama lembaga dalam aktivitas yang berkaitan dengan gerakan BEM Bersatu.

"BEM FPsi UNJ TIDAK PERNAH memberikan persetujuan kepada pihak tersebut untuk MEWAKILKAN dan menggunakan nama 'BEM FPsi UNJ'," tulis pernyataan resmi tersebut.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa individu yang hadir dalam kegiatan itu merupakan alumni Fakultas Psikologi UNJ angkatan 2020.

"Individu yang terlibat dalam kegiatan tersebut merupakan alumni FPsi UNJ angkatan 2020 dan BUKAN bagian dari anggota/kepengurusan aktif BEM FPsi UNJ 2026, sehingga tindakan maupun pandangan yang disampaikan merupakan tanggung jawab pribadi pihak tersebut," lanjut pernyataan itu.

Baca Juga : Marak Aksi Demo, Polisi Sambangi SMA dan SMK di Kota Malang Cegah Pelajar Terprovokasi

BEM FPsi UNJ mengaku menyayangkan adanya penggunaan nama organisasi tanpa persetujuan resmi. Pihaknya menilai tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai etika yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan akademik.

"Kami sangat menyayangkan adanya pelanggaran etik tersebut dan atas tindakan tersebut, yang bersangkutan diminta untuk menyampaikan permohonan maaf kepada BEM FPsi UNJ atas ketidaknyamanan serta dampak yang ditimbulkan," tulis BEM FPsi UNJ.

Sebagai organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Psikologi, pihaknya menegaskan pentingnya menjaga integritas, etika, serta penghormatan terhadap persetujuan dalam setiap tindakan dan relasi profesional.

"Sebagai organisasi di lingkungan akademik Psikologi, kami meyakini bahwa etika, penghormatan terhadap persetujuan (consent), dan integritas merupakan nilai yang perlu dijunjung tinggi dan diinternalisasikan dalam setiap bentuk tindakan maupun relasi profesional," demikian isi pernyataan tersebut.

Melalui klarifikasi itu, BEM FPsi UNJ berharap masyarakat tidak salah memahami posisi resmi organisasi dalam polemik BEM Bersatu.

"Melalui pernyataan ini, kami berharap tidak akan ada lagi kesalahpahaman mengenai posisi BEM FPsi UNJ dalam persoalan tersebut serta menjadi pengingat bersama mengenai pentingnya menjaga etika dan penghormatan terhadap lembaga kemahasiswaan yang resmi/sah," tutup pernyataan tersebut.


Topik

Peristiwa bem bersatu gibran klarifikasi bem fpsi unj



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa