Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Khutbah Idul Adha 27 Mei 2026: Pengorbanan yang Mengantarkan pada Kebahagiaan Sejati

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

26 - May - 2026, 14:46

Placeholder
Ilustrasi khutbah Salat Idul Adha. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026. Hari besar ini bukan hanya menjadi momen untuk melaksanakan ibadah kurban, tetapi juga mengingatkan kita tentang makna keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan dalam kehidupan seorang muslim.

Khutbah Idul Adha kali ini mengangkat tema tentang hubungan antara pengorbanan dan kebahagiaan. Dalam ajaran Islam, kebahagiaan sejati tidak selalu lahir dari memiliki banyak hal, melainkan dari keikhlasan memberi, berbagi, serta mendahulukan perintah Allah di atas kepentingan pribadi.

Baca Juga : Jelang Iduladha, AS Kembali Serang Iran: Targetkan Kapal dan Lokasi Rudal

Melalui peringatan Idul Adha, umat Islam diajak meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang sarat dengan pelajaran tentang iman, kesabaran, dan ketundukan kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Khutbah I

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ
 اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَاتَ وَ أَحْيَى. اَلْحَمْدُ للهِ الًّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَ نَهَانَا عَنِ اتِّبَاعِ الْهَوَى. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ لَنَا عِيْدَ الْفِطْرِ وَ اْلأَضْحَى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ  نِعْمَ الْوَكِيل وَنِعْمَ الْمَوْلَى، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَ مَنْ يُنْكِرْهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا. وَ صَلَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَ حَبِيْبِنَا الْمُصْطَفَى، مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الْهُدى، الَّذِيْ لاَ يَنْطِقُ عَنْ الْهَوى، إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوْحى، وَ عَلَى اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدقِ وَ الْوَفَا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَنْ اِتَّبَعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْجَزَا

أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالى فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ. وقَالَ أَيْضاً إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Kaum Muslimin dan Muslimat rahimakumullah,

Pada hari yang penuh kebahagiaan ini, kita kembali dipertemukan oleh Allah SWT dalam suasana Hari Raya Idul Adha. Dengan penuh rasa syukur, kita berkumpul bersama mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya.

Kita memuji Allah, Dzat Yang Maha Agung, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, yang masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menikmati indahnya iman dan Islam hingga detik ini.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Ketika kalimat takbir dan tahmid itu kita hayati sepenuh hati, sesungguhnya kita sedang menyadari betapa kecil, lemah, dan tidak berdayanya manusia di hadapan kebesaran Allah SWT. Karena itu, marilah kita semakin meningkatkan ketakwaan kepada-Nya dengan menjalankan seluruh perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Momentum Idul Adha juga mengajarkan agar kita membuang jauh-jauh kesombongan, keangkuhan, dan rasa paling hebat yang muncul karena jabatan, kekuasaan, kedudukan, ataupun harta. Semua yang kita miliki hanyalah titipan yang suatu saat akan lenyap bersama fana-nya kehidupan dunia.

Pada hari raya ini kita juga menyaksikan bagaimana umat Islam berbondong-bondong menuju tempat pelaksanaan salat Id sambil mengagungkan asma Allah. Pemandangan ini seolah mengingatkan kita pada hari ketika seluruh manusia dikumpulkan di hadapan Allah SWT, yaitu hari yang disebut Al-Qur’an sebagai:

يَوْمٌ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُوْنَۙ اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ

Hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi memberi manfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih dan tenang.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Kaum Muslimin dan Muslimat rahimakumullah,

Hari ini kita kembali mengenang sebuah peristiwa agung yang melibatkan dua nabi mulia, yakni Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS. Ketika Nabi Ismail mulai tumbuh remaja, Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT melalui mimpi agar menyembelih putra tercintanya itu.

Tentu bukan perkara mudah bagi seorang ayah menerima perintah seperti itu. Ada pergolakan batin antara cinta kepada anak dan ketaatan kepada Allah SWT. Namun kecintaan Nabi Ibrahim kepada Allah jauh lebih besar daripada kecintaannya kepada keluarga, harta, dan seluruh kenikmatan dunia.

Karena itulah, Nabi Ibrahim AS memilih menjalankan perintah Allah tanpa ragu terhadap konsekuensi yang akan terjadi. Menariknya, beliau tidak memaksakan kehendak, tetapi mengajak putranya berdialog dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Inilah bentuk pendidikan keluarga yang sangat mulia, yaitu membangun komunikasi, kepatuhan, dan kedekatan batin antara orang tua dan anak.

Allah SWT mengabadikan dialog itu dalam Al-Qur’an:

يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ

Artinya: “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.” (QS Ash-Shaffat: 102)

Nabi Ismail AS yang dikenal sebagai anak saleh, taat, dan penuh kesabaran, langsung menjawab dengan penuh ketundukan:

يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS Ash-Shaffat: 102)

Saat detik-detik penyembelihan itu tiba, Allah SWT menunjukkan kasih sayang-Nya. Nabi Ismail tidak jadi disembelih, melainkan Allah menggantinya dengan seekor kibas besar. Sebagaimana firman Allah:

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Baca Juga : Tata Cara Salat Idul Adha Lengkap dengan Niat dan Bacaan Takbir

Artinya: “Kami tebus anak itu dengan seekor hewan sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shaffat: 107)

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Kaum Muslimin dan Muslimat rahimakumullah,

Peristiwa inilah yang kemudian menjadi dasar disyariatkannya ibadah kurban bagi umat Islam yang memiliki kemampuan. Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan simbol pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Apa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS merupakan teladan luar biasa dalam sejarah peradaban manusia. Secara naluri, tentu tidak mudah menerima perintah untuk mengorbankan anak sendiri. Namun bagi keluarga Nabi Ibrahim AS, ketaatan kepada Allah berada di atas segalanya.

Karena keteguhan itulah Allah memberikan kemuliaan kepada Nabi Ibrahim AS sebagai khalilullah, imam, teladan, dan panutan umat manusia. Kemuliaan tersebut tidak mungkin diraih tanpa dukungan keluarga yang saleh.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 124:

وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًاۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: “Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa perintah, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi manusia.’ Ibrahim berkata: ‘Dan juga dari keturunanku.’ Allah berfirman: ‘Janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.’”

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Kaum Muslimin dan Muslimat rahimakumullah,

Ibadah kurban sejatinya mengajarkan bahwa jalan menuju kebahagiaan dan kemuliaan membutuhkan pengorbanan serta keikhlasan. Kurban juga menjadi simbol bahwa sifat-sifat kebinatangan dalam diri manusia harus dikendalikan dan disingkirkan.

Allah SWT menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah darah dan daging hewan kurban, melainkan ketakwaan dari hamba-Nya. Firman Allah SWT:

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian. Demikianlah Allah menundukkannya untuk kalian agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepada kalian. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Hajj: 37)

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Hadirin rahimakumullah,

Di penghujung khutbah ini, marilah kita bersama-sama menundukkan hati dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima, dosa-dosa kita diampuni, dan kehidupan kita senantiasa dipenuhi keberkahan.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mampu meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS, kesabaran Nabi Ismail AS, dan ketakwaan orang-orang saleh.

Amin ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّه هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
 اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
 أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَىآلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
 عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبى وَيَنْهى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ 


Topik

Agama Idul Adha khutbah idul adha salat idul adha



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni