JATIMTIMES - Keresahan melanda puluhan relawan SPPG Besuki 005 di bawah naungan Yayasan Indonesia Subur Makmur Probolinggo, setelah muncul kabar bahwa posisi mereka berpotensi digantikan secara sepihak oleh pihak yayasan.
Padahal, para relawan tersebut mengaku telah mengikuti seluruh tahapan resmi, mulai dari proses seleksi hingga bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan sebelumnya.
Baca Juga : Skor Integritas Tulungagung Rentan! KPK Warning Keras: Potensi Korupsi Harus Ditekan Sejak Awal
Salah satu relawan berinisial AD, warga Besuki, mengungkapkan bahwa dirinya bersama puluhan peserta lain telah menjalani proses yang tidak singkat. Mereka mengikuti seleksi administrasi, tahapan wawancara, hingga pelatihan teknis sebagai bagian dari persiapan operasional SPPG Besuki 005.
"Semua prosedur sudah kami jalani, dari awal seleksi sampai bimtek. Bahkan kami juga ikut kerja bakti untuk persiapan lokasi," ujar AD saat ditemui, mengekspresikan kekecewaannya, Sabtu (18/4/2026).
Hal senada juga disampaikan oleh relawan lainnya, SW, yang turut mempertanyakan kebijakan terbaru dari pihak yayasan. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui adanya pembukaan kembali lowongan relawan, padahal proses sebelumnya belum ada kejelasan lanjutan.
Menurut SW, langkah tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan relawan lama. “Kami tidak pernah diberi penjelasan kenapa tiba-tiba ada rekrutmen ulang. Ini membuat kami merasa seperti diabaikan,” ungkapnya.
SW juga menambahkan bahwa kondisi ini tidak hanya menimbulkan kebingungan, tetapi juga rasa ketidakadilan bagi para relawan yang sudah berkomitmen sejak awal. "Kami sudah meluangkan waktu, tenaga, bahkan ikut kerja bakti. Kalau akhirnya diganti begitu saja, tentu sangat disayangkan," ucapnya.
Para relawan menilai, keputusan membuka kembali pendaftaran tanpa kejelasan nasib peserta sebelumnya berpotensi merugikan mereka, baik secara waktu, tenaga, maupun komitmen yang telah diberikan selama proses awal.
Tidak hanya itu. Keterlibatan mereka dalam kerja bakti sebagai bagian dari persiapan operasional SPPG juga menjadi salah satu bentuk keseriusan yang kini terasa sia-sia. Mereka berharap ada transparansi dari pihak yayasan terkait keputusan tersebut.
Baca Juga : KPK Gerak Cepat: Pendapa hingga Kantor Dinas Tulungagung Digeledah, Puluhan Pejabat Dikumpulkan
SPPG Besuki 005 diketahui berada di bawah naungan Yayasan Indonesia Subur Makmur Probolinggo, yang disebut-sebut dimiliki oleh salah satu kiai di wilayah Probolinggo. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak yayasan terkait polemik yang berkembang.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan adanya praktik yang tidak profesional dalam pengelolaan relawan, terutama dalam proyek yang seharusnya mengedepankan keterbukaan dan akuntabilitas.
Para relawan berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi yang lebih luas di masyarakat. Mereka juga meminta adanya kepastian atas status mereka setelah mengikuti seluruh tahapan yang dipersyaratkan.
"Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang ada perubahan, sampaikan secara terbuka. Jangan sampai kami yang sudah berproses dari awal justru disingkirkan tanpa alasan yang jelas," tutup SW.
