Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hukum dan Kriminalitas

Di Balik Layar Judi Online Kisah Sunyi Warga Jawa Timur yang Berakhir di Rumah Sakit Jiwa

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Mar - 2026, 06:31

Placeholder
Ilustrasi orang kecanduan judi online (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Di sebuah ruang perawatan yang sunyi di rumah sakit jiwa di Jawa Timur, seorang pemuda duduk menatap kosong layar ponselnya yang sudah lama dimatikan keluarganya. Beberapa bulan lalu, ponsel itu adalah dunia baginya. Di dalamnya ada harapan menang besar, janji uang instan, dan sensasi adrenalin yang membuatnya terus kembali.

Kini, yang tersisa hanyalah kecemasan, kemarahan, dan penyesalan. Ia bukan satu-satunya. Di Jawa Timur, fenomena kecanduan judi online perlahan berubah menjadi krisis kesehatan mental yang diam-diam tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya menghancurkan kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga menggerus stabilitas psikologis para pemainnya.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, salah satu rumah sakit rujukan kesehatan mental di provinsi ini, mencatat lonjakan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan akibat kecanduan judi online dalam dua tahun terakhir.

Sepanjang tahun 2024, tercatat 68 pasien dirawat karena adiksi judi online. Namun tren tersebut tidak berhenti. Memasuki 2025, jumlahnya melonjak cepat. Hingga Mei saja sudah tercatat 85 pasien yang datang untuk menjalani perawatan akibat kecanduan tersebut. Angka itu muncul bahkan ketika tahun belum sepenuhnya berjalan.

Pada periode Januari hingga April 2025, rumah sakit tersebut sudah menangani 51 pasien, terdiri dari 35 pasien rawat jalan dan 16 pasien rawat inap yang kondisinya cukup berat. Fenomena ini membuat para dokter menyebutnya sebagai ancaman baru bagi kesehatan mental masyarakat.

Yang paling mengkhawatirkan, para pasien tidak datang dari satu kelompok tertentu.
Ada remaja, pekerja kantoran, pedagang kecil, bahkan profesional yang sebelumnya memiliki kehidupan mapan. Data rumah sakit menunjukkan rentang usia pasien mulai dari 14 tahun hingga 70 tahun. 

Sebagian besar pasien tidak datang sendirian. Mereka dibawa keluarga yang sudah tidak sanggup menghadapi perubahan perilaku orang terdekatnya. Ada yang mulai sering marah tanpa sebab. Ada yang mengurung diri di kamar berhari-hari. Ada pula yang mengalami kecemasan ekstrem ketika tidak bisa mengakses aplikasi judi.

Dalam sejumlah kasus, keluarga baru menyadari masalah tersebut setelah korban terjerat utang besar akibat kekalahan taruhan.

Para dokter menyebut kondisi ini sebagai adiksi perilaku, sebuah kecanduan yang mekanismenya mirip dengan ketergantungan narkotika. Sensasi kemenangan dalam judi memicu pelepasan dopamin di otak, membuat pemain terus ingin mengulang pengalaman tersebut. Namun ketika kekalahan datang, tekanan psikologis yang muncul bisa jauh lebih besar.

RSJ Menur tidak hanya merawat warga Surabaya. Pasien datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, mulai dari kawasan perkotaan hingga daerah pelosok.

Lonjakan pasien ini bahkan sempat membuat tingkat keterisian ruang perawatan meningkat drastis. Dalam beberapa periode, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit tersebut mencapai lebih dari 90 persen hingga mendekati penuh. 

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Kondisi tersebut menunjukkan betapa seriusnya dampak perjudian digital terhadap kesehatan mental masyarakat. Banyak pasien yang awalnya hanya bermain untuk mengisi waktu luang. Namun karena kemudahan akses melalui ponsel, aktivitas tersebut berubah menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.

Beberapa pasien bahkan menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk berjudi. Di balik angka-angka statistik itu, tersimpan kisah-kisah keluarga yang retak. Ada orang tua yang kehilangan tabungan pendidikan anak. Ada pekerja yang kehilangan pekerjaan karena terus bermain judi saat jam kerja. Ada pula pasangan yang rumah tangganya hancur karena utang judi.

Namun luka paling dalam sering kali tidak terlihat. Kecanduan judi online perlahan menggerus kesehatan mental para pemainnya. Rasa cemas, depresi, hingga gangguan emosi menjadi gejala yang sering muncul.

Sebagian pasien bahkan mengalami ledakan emosi atau perilaku agresif ketika akses ke aplikasi judi dihentikan oleh keluarga. Karena itu, penanganan pasien tidak hanya dilakukan melalui pengobatan medis. Mereka juga menjalani terapi psikologis dan konseling untuk memutus ketergantungan terhadap judi. Dalam banyak kasus, proses pemulihan membutuhkan waktu panjang.

Lonjakan kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah bahwa dampak judi online jauh lebih luas dari sekadar persoalan hukum. Ia telah menjelma menjadi masalah sosial sekaligus kesehatan mental.

Jika tidak ditangani secara serius, jumlah korban diperkirakan akan terus meningkat seiring semakin mudahnya akses ke berbagai platform perjudian digital. Di balik layar ponsel yang tampak sederhana itu, ada dunia yang bisa menelan siapa saja.

Dan bagi sebagian orang di Jawa Timur, perjalanan yang awalnya hanya sebuah permainan akhirnya berujung pada lorong sunyi rumah sakit jiwa.


Topik

Hukum dan Kriminalitas Judi Online rsj pasien rsj kecanduan judul judul dampak judol odgj



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni