JATIMTIMES - Mahasiswa bisa lulus lama karena beberapa alasan. Salah satunya adalah kesulitan dalam memahami materi kuliah yang disampaikan, sehingga perlu waktu ekstra untuk belajar dan memahami dengan baik.
Selain itu, faktor eksternal seperti kesibukan dengan pekerjaan paruh waktu atau aktivitas lain juga dapat mempengaruhi kemampuan mahasiswa untuk fokus pada studi mereka. Terkadang, masalah pribadi atau kesehatan juga bisa menjadi faktor yang membuat mahasiswa lulus dengan waktu yang lebih lama dari yang diharapkan.
Baca Juga : Suami yang Tega Mengecor Istrinya di Blitar Dijatuhi Vonis 12 Tahun Penjara
Dikutip dari Artikel Motivasi kuliah-Cakap ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kesulitan mahasiswa dalam memahami materi kuliah, antara lain:
1. Kurangnya Keterampilan Belajar
Beberapa mahasiswa mungkin belum memiliki keterampilan belajar yang efektif, seperti kemampuan untuk mengatur waktu, mencatat informasi penting, atau memahami gaya pembelajaran mereka sendiri.
2. Kesulitan dengan Materi yang Abstrak Beberapa mata kuliah atau konsep dalam kuliah mungkin terasa sangat abstrak atau sulit dipahami bagi sebagian mahasiswa.
3. Keterbatasan Sumber Daya
Terkadang, mahasiswa mungkin tidak memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya pendukung, seperti buku referensi, jurnal ilmiah, atau akses ke internet.
4. Kurangnya Dukungan
Kurangnya dukungan dari dosen, teman sekelas, atau keluarga juga dapat membuat mahasiswa merasa kesulitan dalam memahami materi kuliah.
5. Kondisi Kesehatan Mental atau Emosional Masalah kesehatan mental atau emosional, seperti stres, kecemasan, atau depresi, juga dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa untuk fokus dan memahami materi kuliah.
6. Kesibukan dan Distractions
Kesibukan dengan pekerjaan paruh waktu, aktivitas ekstrakurikuler, atau distraksi dari media sosial juga bisa membuat mahasiswa kesulitan dalam fokus pada pembelajaran.
7. Kurangnya Motivasi
Baca Juga : Uniska Kalimantan Jalin Kerjasama dengan UIN Maliki Malang, Networking Kampus Ulul Albab Kian Luas
Kurangnya motivasi atau minat terhadap mata kuliah tertentu juga dapat menjadi faktor yang menyebabkan kesulitan dalam memahami materi kuliah. Dengan mengidentifikasi faktor-faktor ini, mahasiswa dapat mencari solusi dan strategi yang tepat untuk mengatasi kesulitan dalam memahami materi kuliah.
Hal tersebut di atas dibenarkan oleh seorang mahasiswa salah satu perguruan tingi swasta di Kota Malang bernama Gregorius Sumanto. Dirinya mengatakan bahwa memang benar mahasiswa akan lulus lama jika tidak memiliki keterampilan dalam belajar, kesulitan memahami materi perkuliahan dan tidak dapat memanajemen waktu karena mahasiswa akan cenderung merasa terbebani sehingga memunculkan rasa malas dalam menjalani perkuliahan yang mengakibatkan turunnya nilai akademis mahasiswa yang berdampak besar untuk mahasiswa lulus tepat waktu.
"Terkadang juga mental mahasiswa yang tidak kuat menjalani tekanan dapat mempengaruhi mahasiswa dalam berkuliah, karena mental yang loyo mahasiswa jadi takut melakukan sesuatu dan munculah kebiasaan malas," imbuhnya.
Pria semeter 8 itu kemudian melanjutkan bahwa lama atau cepatnya kelulusan tergantung pada pola pikir mahasiswa, apakah ingin berada dalam tekanan tersebut tanpa melakukan sesuatu atau melawan segala ketakutan dengan berani mengambil tindakan.
"Kalau saya dalam menjalankan hidup sebagai mahasiswa dalam tekanan ya saya lawan, saya memiliki prinsip tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan," tambahnya.
Di akhir wawancara Oris mengatakan jika segala sesuatu menjadi beban, justru hal tersebut yang akan membuat mahasiswa terjebak di dalam pikiran akan bebannya sendiri.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Agustinus Rival mahasiswa semester 8 Universitas Negeri Malang (UM) yang mengatakan bahwa faktor yang menyebabkan mahasiswa lulus lama adalah dari mahasiswa itu sendiri karena terlalu memikirkan beban yang ia jalani yang menyebabkan mahasiswa depresi, stres, bahkan bisa mengakhiri hidupnya karena memikirkan beban tersebut.
"Setiap orang pasti memiliki beban yang berbeda tetapi alangkah baiknya beban tersebut jangan terlalu dipikirkan agar tidak berdampak pada perkuliahan," sampainya.
Dirinya kemudian melanjutkan bahwa beban yang sulit untuk tidak dipikirkan adalah jika seorang mahasiswa memiliki masalah pribadi seperti masalah keluarga dan lain sebagainya yang membuat siapa saja yang menghadapi situasi seperti itu pasti akan terganggu pikirannya. Akan tetapi, kita harus bisa memiliki pikiran yang terbuka dan tenang agar tidak stres maupun depresi.
"Bercerita dengan teman atau saudara saya rasa dapat meringankan beban pikiran apalagi jika mereka memberi solusi kepada kita," jelasnya.
