Akses Malang-Kediri Hanya Bisa Dilalui Satu Jalur usai Tembok Penahan Tebing Longsor
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Yunan Helmy
28 - Jan - 2026, 06:11
JATIMTIMES - Tembok penahan tanah (TPT) pada tebing sepanjang 15 meter di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, jebol, Rabu (28/1/2026). Dampak longsor tersebut mengakibatkan akses jalan raya provinsi yang menghubungkan Malang-Kediri terganggu.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, hingga hari ini, Rabu (28/1/2026), penanganan pasca-longsor masih terus berlangsung. Saat ini akses jalan untuk sementara hanya bisa dilalui satu jalur.
Baca Juga : Kolaborasi GNI dan Mahasiswa UMM Dorong Transformasi UMKM Lokal
"Kondisi jalan masih bisa dilewati namun dengan sistem bergantian," ujarnya saat dikonfirmasi di sela-sela penanganan longsor berlangsung, Rabu (28/1/2026).
Data BPBD mengungkapkan, bencana longsor yang berdampak pada terhambatnya akses lalu lintas tersebut dipicu hujan yang berlangsung sejak Rabu (28/1/2026) dini hari. "Hujan yang terjadi di wilayah Kecamatan Ngantang mengakibatkan tebing setinggi kurang lebih lima meter dengan panjang 15 meter longsor," ujarnya.
Personel gabungan dari unsur BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Muspika Ngantang, sejumlah relawan, hingga perangkat desa dan masyarakat setempat kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan pasca-terjadinya longsor tersebut.
Berdasarkan hasil peninjauan awal oleh sejumlah personel gabungan, rencananya akan segera dilakukan pembangunan ulang pada TPT yang mengalami longsor tersebut. "Dampak longsor mengakibatkan separuh jalan membahayakan untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," ujarnya.
Baca Juga : Viral Dugaan Kebocoran Data di Loker Komdigi, Pelamar Disebut Bisa Akses Dokumen Pribadi Peserta Lain
Atas pertimbangan itulah, pihak terkait bakal segera melakukan pembangunan kembali pada TPT yang mengalami longsor tersebut. "Untuk sementara sudah kami lakukan pemasangan police line di lokasi sebagai pembatas area rawan," pungkasnya.
