JATIMTIMES - Masalah tidur bukan hanya susah tidur, namun kondisi ngorok atau mendengkur juga merupakan sebuah masalah kesehatan.
Untuk mengurangi suara dengkuran saat tidur, banyak orang merekomendasikan posisi tidur tengkurap.
Baca Juga : Mantan Pasien RS Swasta Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ini Tanggapan IDI
Dikutip dari Healthline, salah satu penyebab seseorang mendengkur adalah posisi tidurnya. Ketika tidur dalam posisi terlentang, gravitasi cenderung menarik jaringan-jaringan ini ke arah saluran napas, yang dapat menyebabkan getaran saat udara melewati dan menyebabkan saluran pernapasan mengeluarkan suara yang dikenali sebagai dengkuran.
Lantas, benarkah posisi tidur tengkurap bisa meredakan dengkuran? Berikut penjelasan dokter.
Menurut dr. Rizki Azaria, MMR, tidur tengkurap memang dapat membantu membuka jalan napas dan mengurangi dengkuran. Namun, posisi ini juga memiliki sejumlah risiko bagi kesehatan tubuh, terutama jika dilakukan terlalu sering.
"Pada beberapa kondisi, tidur tengkurap bisa mengurangi risiko ngorok akibat lidah jatuh ke belakang yang menyumbat saluran napas," jelas Rizki dikutip dari Kompas.com.
Dengan posisi tengkurap, saluran napas cenderung lebih terbuka karena gravitasi tidak menarik lidah ke belakang. Hal ini membantu udara mengalir lebih lancar dan dapat mengurangi getaran jaringan lunak di tenggorokan yang menimbulkan suara dengkuran.
Meski begitu, efektivitas posisi tidur dalam mengurangi ngorok bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung kondisi medis dan struktur tubuh masing-masing.
Risiko Tidur Posisi Tengkurap
Meskipun memiliki manfaat, tidur tengkurap juga memiliki risiko. Posisi ini berpotensi menimbulkan beberapa keluhan kesehatan, terutama pada leher dan punggung.
"Risikonya bisa berupa nyeri leher, nyeri punggung, dan postur tubuh yang tidak ideal karena tulang belakang tidak berada pada posisi netral saat tengkurap," kata Rizki.
Baca Juga : Korban Pelecehan Seksual, Mantan Pasien Persada Hospital Kota Malang Pilih Jalur Hukum
Selain itu, tekanan langsung pada wajah juga bisa memicu munculnya kerutan lebih cepat. Untuk bayi, tidur tengkurap sangat tidak disarankan karena bisa meningkatkan risiko kematian mendadak akibat hidung yang tertutup permukaan tidur.
Rekomendasi Posisi Tidur yang Sehat
Sebagian besar ahli menyarankan posisi tidur miring ke kiri sebagai posisi yang paling ideal untuk sistem pernapasan dan pencernaan.
"Jadi saran saya, tidur tengkurap boleh, tidur di lantai keramik juga boleh, tetapi jangan terlalu sering karena keduanya memiliki resiko negatif," kata Rizki.
