Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Aksi Demo BEM UI Diduga Dihadang, 24 Kopaja Mendadak Batal Berangkat

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

18 - Aug - 2026, 14:29

Placeholder
Potret seorang mahasiswa UI sempat tarik menarik dengan pihak kepolisian. (Foto: Threads @ritsur***)

JATIMTIMES - Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) diwarnai sejumlah kendala. Massa mahasiswa disebut sempat dihadang dan diblokade aparat saat menuju lokasi aksi.

Informasi mengenai situasi tersebut beredar di media sosial. Salah satu unggahan di Threds menyebut pimpinan BEM UI telah tiba di kawasan Sudirman, tetapi menghadapi penghadangan dari polisi.

Baca Juga : Belajar dari Kasus Keracunan MBG di Karo, Dokter Ingatkan SPPG Soal Hal Ini

"14.06 Sudah tiba dan sudah dihadang yaaa," tulis akun @fanny***** sambil menunjukkan barisan almamater kuning dihadang oleh polisi. 

Unggahan lainnya menyebut terjadi ketegangan antara mahasiswa dan aparat. Dalam video yang beredar, terlihat seorang mahasiswa UI mengenakan almamater kuning terlibat saling tarik-menarik dengan anggota kepolisian.

"Teman-teman pimpinan BEM UI telah sampai di Sudirman, BEM UI dihadang dan diblokade oleh polisi, sempat terjadi cekcok & tindak represif aparat," tulis akun Threads @ritsur***. 

Sementara itu, akun @mayaasa**** mengunggah informasi mengenai situasi di sekitar Bundaran HI. Dalam foto yang dibagikan, tampak sejumlah mahasiswa tengah bernegosiasi dengan pihak kepolisian.

"Update aksi Bundaran HI (18/8)! Sepertinya BEM UI dihadang dan mereka sedang bernegosiasi dengan aparat. Situasi memanas!," tulisnya.

Sebelumnya, kendala juga dialami BEM UI sebelum massa berangkat menuju Jakarta. Bus Kopaja yang sebelumnya telah dipesan untuk mengangkut mahasiswa dikabarkan tiba-tiba membatalkan keberangkatan.

Informasi tersebut pertama kali beredar melalui media sosial. Disebutkan, pembatalan terjadi setelah sopir Kopaja mendapat intimidasi dari pihak tertentu.

"BREAKING NEWS : Bus Kopaja yang sudah dipesan BEM UI dapat INTIMIDASI! Rencana mahasiswa dari BEM UI menggelar aksi hari ini di Bundaran HI mendapat rintangan.
Bus KOPAJA yang telah dipesan tiba tiba batalkan pesanan karena mendapat INTIMIDASI dari pihak tertentu.," tulis akun Threads @bacako*****. 

Unggahan lain menyebut karena sebanyak 24 Kopaja yang telah dipesan BEM UI batal, mahasiswa menggunakan angkot. Pembatalan disebut terjadi secara mendadak pada Selasa pagi.

"? Alasan BEM UI Ke Jakarta Naik Angkot ? Massa BEM UI batal naik Kopaja ke Bundaran HI, karena: • Sopirnya tiba-tiba batalin pesanan • Korlap aksi bilang sopir diintervensi berbagai institusi buat batalin • 24 Kopaja yang dipesan semuanya batal • Batal semua di tadi pagi secara tiba tiba • BEM UI nggak nyalahin sopir • Karena mereka terpaksa nurut sistem • Katanya ini bukan cuma kejadian di BEM UI • Kelompok lain juga ngalamin • BEM UI Tetap ke Bundaran HI pake angkot. Sehat Sehat Sopir Angkot ‼️," tulis akun @zumaa****. 

Sebagai informasi, Aksi BEM UI digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan sejumlah persoalan nasional yang dinilai masih dirasakan masyarakat.

Baca Juga : 81 Tahun Merdeka, Koalisi Masyarakat Sipil di Pati Soroti Pemaksaan Program hingga Kerusakan Lingkungan

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan sebelumnya mengatakan massa mahasiswa akan berangkat dari kampus UI di Depok sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka ditargetkan tiba di kawasan Bundaran HI sekitar pukul 13.00 WIB.

Yatalathof menjelaskan aksi digelar sehari setelah seremoni peringatan kemerdekaan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi waktu bagi mahasiswa untuk kembali mempertanyakan makna kemerdekaan yang dirasakan masyarakat.

"Hari ini, sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan? kemerdekaan yang diperjuangkan pendiri bangsa 81 tahun lalu?" tuturnya.

Menurut dia, kemerdekaan tidak semestinya hanya diperingati melalui seremoni. Kemerdekaan yang diperjuangkan para pendiri bangsa harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.

BEM UI menyoroti sejumlah persoalan yang dianggap berkaitan dengan kedaulatan rakyat. Isu tersebut antara lain perjanjian dagang dengan negara lain, kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat, penegakan hukum, lapangan kerja, pendidikan hingga akses kesehatan.

"Ini bukan sekadar krisis ekonomi. Ini krisis kedaulatan," ucapnya.

8 Tuntutan BEM UI

Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa delapan tuntutan utama. Berikut rinciannya:
1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
2. Menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
3. Mendorong pelaksanaan reforma agraria sejati.
4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
5. Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN), sekaligus menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.
7. Menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana.
8. Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil serta mendorong pembubaran YON TP.

Demikian 8 tuntutan aksi mahasiswa di kawasan Bundaran HI. Bagi pengguna jalan yang hendak melintas di pusat Jakarta, terutama ruas Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Jenderal Sudirman, diimbau mengantisipasi kepadatan lalu lintas.

Pengendara sebaiknya mengatur kembali waktu perjalanan dan mempertimbangkan jalur alternatif untuk menghindari kawasan yang menjadi titik aksi maupun ruas jalan yang berpotensi terdampak pengalihan arus.


Topik

Peristiwa aksi bem ui bem ui demo mahasiswa bus kopaja berita viral



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana