Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Apresiasi Kongres Kebudayaan Nusantara, Sekda Budiar Dorong Budaya Jadi Fondasi Pembangunan di Kabupaten Malang

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : A Yahya

08 - Aug - 2026, 21:36

Placeholder
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar saat memberikan sambutan pada oembukaan Kongres Kebudayaan Nusantara di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar mengapresiasi kegiatan Kongres Kebudayaan Nusantara bertajuk "Sarasehan Kebudayaan dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka Menggali Jejak-Jejak Peradaban Kebudayaan Nusantara" yang berlangsung di Pendapa Agung Kabupaten Malang. 

Kongres juga dihadiri Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Restu Gunawan, Pelaksana Pelindungan Keraton Solo KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, serta sejumlah tokoh budaya, budayawan, penghayat kepercayaan dan tamu undangan lainnya.

Baca Juga : Batik Siswa SMPN 2 Sumberpucung Masuk Era Digital, Unikama Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Dalam sambutannya, Budiar mendorong budaya dapat menjadi fondasi di berbagai sektor pembangunan yang ada di Kabupaten Malang. Menurutnya, pembahasan terkait kebudayaan harus ditempatkan sebagai bagian penting dari perjalanan bangsa. Kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan ingatan kolektif yang membentuk karakter dan jati diri masyarakat Indonesia.

"Forum ini bukan sekadar pertemuan budaya, tetapi menjadi ruang bersama untuk merawat ingatan kolektif bangsa, memperkuat jati diri, sekaligus meneguhkan komitmen menjaga keberagaman sebagai kekuatan Indonesia," ungkap Budiar, Sabtu (8/8/2026). 

Pihaknya menjelaskan, jauh sebelum Indonesia berdiri sebagai negara, masyarakat Nusantara telah memiliki sistem nilai dan tata kehidupan yang berkembang melalui proses panjang. Berbagai bentuk pengetahuan, filosofi, kesenian, tradisi hingga tata kehidupan sosial diwariskan dari generasi ke generasi.

Warisan tersebut, lanjutnya, tidak hanya tersimpan dalam bentuk prasasti, candi, manuskrip maupun artefak. Sebagian di antaranya masih hidup dalam keseharian masyarakat melalui bahasa daerah, kesenian tradisional, ritual adat, kearifan lokal, semangat gotong royong hingga nilai-nilai spiritual.

"Kabupaten Malang menjadi salah satu wilayah yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang sangat kuat. Jejak Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari, termasuk berbagai tradisi masyarakat seperti Topeng Malangan, jaranan, bantengan dan ritual adat, menjadi bagian dari mata rantai peradaban Nusantara yang masih dapat ditemukan hingga saat ini," jelas Budiar. 

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu menilai pelestarian budaya semakin penting di tengah perubahan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Perkembangan zaman tidak boleh membuat generasi muda kehilangan hubungan dengan akar sejarah dan budayanya sendiri.

Sebaliknya, menurut Budiar teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat eksistensi kebudayaan melalui dokumentasi, edukasi, promosi dan pengembangan karya budaya. Karena menurutnya, bangsa yang kehilangan budayanya akan kehilangan arah.

"Bangsa yang lupa sejarahnya akan mudah kehilangan identitas. Karena itu, membangun Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur, investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kita juga harus membangun infrastruktur kebudayaan," ujar Budiar.

Menurutnya, konsep infrastruktur kebudayaan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas fisik. Lebih dari itu, hal tersebut mencakup pembangunan manusia yang berkarakter, keluarga yang mampu menanamkan nilai luhur, generasi muda yang memiliki kebanggaan terhadap budaya sendiri, serta hadirnya ruang yang memberikan kesempatan bagi seluruh ekspresi kebudayaan untuk berkembang.

Dalam konteks kehidupan spiritual masyarakat, Budiar juga menempatkan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai salah satu bagian dari kekayaan bangsa yang mendapat jaminan konstitusional. Nilai-nilai yang diwariskan leluhur mengenai hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan alam dinilai tetap relevan sebagai modal sosial untuk membangun kehidupan yang harmonis.

Baca Juga : Musancab Jadi Momentum Regenerasi, PKB Kabupaten Blitar Bidik 14 Kursi di Pemilu 2029

Budiar menegaskan bahwa keberagaman budaya dan keyakinan semestinya tidak menjadi sumber jarak antarmasyarakat. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi ruang untuk membangun sikap saling mengenal dan menghormati.

"Keberagaman bukan alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman adalah alasan untuk saling mengenal, saling menghormati dan saling menguatkan. Inilah hakikat dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika," tutur Budiar. 

Lebih lanjut, Budiar juga mendorong agar kebudayaan tidak hanya ditempatkan sebagai objek yang harus dilestarikan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dalam pembangunan daerah. Ruang-ruang kebudayaan perlu terus dihidupkan. Generasi muda juga harus mendapatkan akses untuk mengenal sejarah, bahasa daerah, kesenian tradisional dan nilai-nilai luhur yang berkembang di Nusantara.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membuka peluang baru bagi pelestarian budaya. Dokumentasi dan promosi berbasis digital memungkinkan kekayaan budaya lokal menjangkau publik yang lebih luas, bahkan hingga tingkat internasional. Kebudayaan juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif selama proses pengembangannya tetap menjaga karakter, nilai dan identitas budaya yang menjadi sumbernya.

"Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya, pengembangan seni tradisional, pemberdayaan komunitas budaya, serta perlindungan terhadap objek pemajuan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah yang berkelanjutan," beber Budiar. 

Sementara itu, Budiar berharap Kongres Kebudayaan Nusantara mampu menghasilkan gagasan, rekomendasi dan jejaring kolaborasi yang dapat memperkuat posisi kebudayaan sebagai salah satu fondasi pembangunan bangsa.

Budiar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berhenti pada upaya mengenang warisan leluhur. Lebih dari itu, warisan tersebut harus dijaga, dikembangkan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

"Semoga dari forum ini lahir semangat baru untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mewariskannya kepada generasi yang akan datang. Karena sesungguhnya, kita tidak mewarisi bumi dan kebudayaan ini dari para leluhur, tetapi kita meminjamnya dari anak cucu kita. Mari kita jaga bersama, mari kita rawat bersama dan mari kita wariskan dengan penuh kebanggaan," pungkas Budiar. 


Topik

Pemerintahan budiar kongres kebudayaan nusantara restu gunawan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan