Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Etnopedagogi Digital Unikama, Strategi Menjawab Tantangan AI Tanpa Meninggalkan Akar Budaya

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

10 - Jul - 2026, 16:20

Placeholder
Forum Etnopedagogi Digital "Menghidupkan kearifan lokal dalam pembelajaran terdampak" di Unikama (ist)

JATIMTIMES – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara generasi muda belajar, berkomunikasi, hingga memahami lingkungan sekitarnya. Di tengah perubahan tersebut, muncul tantangan besar bagi dunia pendidikan, yakni bagaimana memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa mengikis identitas budaya dan nilai-nilai lokal yang menjadi fondasi karakter bangsa.

Isu inilah yang menjadi perhatian Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama). Melalui pengembangan kurikulum berbasis Etnopedagogi Digital yang digelar belum lama ini, Unikama berupaya menghadirkan model pembelajaran yang tidak hanya mengejar kompetensi teknologi, tetapi juga memperkuat karakter mahasiswa melalui kearifan lokal.

Baca Juga : Grand Mercure Malang Mirama Bidik Pasar MICE dan Wedding, Tawarkan Ballroom Terbesar di Malang Raya 

Pendekatan tersebut memadukan teknologi digital dengan nilai budaya masyarakat sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadikan teknologi sebagai sarana melestarikan tradisi dan menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan mereka.

1

Dosen Pendidikan Geografi Unikama, Dr. Yuli Ifana Sari, M.Pd., menjelaskan bahwa pendidikan tinggi perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan pijakan terhadap budaya bangsa.

"Pendidikan modern tidak boleh melepaskan mahasiswa dari akar budayanya. Melalui etnopedagogi digital, teknologi tidak mengikis tradisi, melainkan menjadi alat utama untuk menghidupkan dan melestarikan nilai-nilai luhur di ruang kelas masa kini," ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, etnopedagogi digital bukan sekadar penggunaan perangkat teknologi dalam proses belajar mengajar. Pendekatan tersebut dirancang agar mahasiswa mampu memahami sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai budaya lokal melalui berbagai media digital yang akrab dengan kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, kesederhanaan, hingga penghormatan kepada orang tua menjadi materi yang diolah kembali menggunakan pendekatan kreatif berbasis teknologi. Mahasiswa diajak memproduksi konten edukatif, memanfaatkan AI secara bijak, membuat podcast, hingga mengembangkan berbagai platform digital yang mampu memperkenalkan filosofi kehidupan masyarakat lokal kepada publik yang lebih luas.

2

Transformasi pembelajaran tersebut juga mengubah cara mahasiswa memahami ilmu pengetahuan. Jika sebelumnya pembelajaran banyak berpusat pada teori dan hafalan, kini mahasiswa didorong untuk turun langsung mengenali persoalan yang ada di lingkungan sekitar.

Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unikama, Dr. Arnelia Dwi Yasa, S.Pd., M.Pd., menilai pendekatan ini membentuk kepedulian mahasiswa terhadap ruang hidup mereka.

"Etnopedagogi digital mengajarkan mahasiswa untuk peduli, menjaga, menghargai, dan bertanggung jawab terhadap tempat tinggal serta lingkungan lokal mereka," katanya.

Melalui kombinasi riset etnografi sederhana dan teknologi digital seperti Google Earth, pemetaan digital, hingga infografis interaktif, mahasiswa diajak mengidentifikasi potensi budaya sekaligus kerentanan ekologis di wilayah masing-masing. Proses tersebut diharapkan mampu membangun rasa memiliki terhadap lingkungan serta meningkatkan empati sosial.

Baca Juga : Jaga Ketahanan Fiskal, Komisi C DPRD Jatim Desak Tiga OPD Inti Siapkan Mitigasi

Model pembelajaran ini juga menjadi jawaban atas kesenjangan yang selama ini sering muncul antara teori di ruang kuliah dengan realitas kehidupan masyarakat. Tidak sedikit mahasiswa mengalami kesulitan ketika harus berinteraksi langsung dengan masyarakat karena minimnya pengalaman memahami karakter sosial dan budaya setempat.

Karena itu, etnopedagogi digital dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik di lapangan. Mahasiswa dipersiapkan sejak dini sebelum mengikuti program pengabdian masyarakat, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dalam proses tersebut, mereka dilatih menyusun program kerja berbasis digitalisasi desa yang tetap menghormati adat istiadat, norma sosial, serta karakter masyarakat lokal. Pendekatan serupa juga diterapkan dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa kependidikan.

Mahasiswa calon guru diarahkan untuk menyusun perangkat pembelajaran yang kontekstual, inklusif, dan mampu mengakomodasi keberagaman budaya peserta didik di sekolah. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun penghargaan terhadap perbedaan budaya yang ada di Indonesia.

Implementasi etnopedagogi digital kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai proyek berbasis Project-Based Learning (PJBL). Mahasiswa mengembangkan karya yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai media pelestarian budaya.

Beberapa proyek yang sedang dikembangkan antara lain video dokumenter mengenai tokoh dan pahlawan lokal untuk disebarluaskan melalui media sosial, digitalisasi jalur wisata dan rute budaya desa, serta komik digital interaktif yang mengangkat pesan toleransi, kesederhanaan, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia.

Melalui proyek-proyek tersebut, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya akademik, tetapi juga menciptakan produk digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai media edukasi dan pelestarian budaya.


Topik

Pendidikan Universitas PGRI Kanjuruhan Etnopedagogi Digital Unikama Tantangan AI Akar Budaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan