JATIMTIMES - Aksi Damai 15 Ribu Pendukung MBG yang digelar di area Alun-Alun Tugu Kota Malang berlangsung semarak. Namun sayangnya, aksi yang disebut sebagai aksi tandingan atas penolakan program MBG itu bukan murni aspirasi.
Aksi yang banyak diisi dengan kegiatan senam bersama itu tampak dikemas dengan sangat rapi, seperti sebuah kegiatan kampanye yang diselenggarakan oleh event organizer (EO).
Baca Juga : Kapolres Gresik Esports Competition 2026 Digelar, Bidik Talenta Muda Menuju Kapolri Cup
Sebuah panggung yang cukup megah menjadi tempat bagi instruktur senam profesional. Memandu ribuan masyarakat yang diklaim menjadi pendukung program MBG hingga berjumlah 15 ribu orang.
Di sekitar para instruktur senam, berdiri sejumlah orang yang diketahui sebagai pelaku bisnis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Antara lain Djoni Sudjatmiko dan beberapa pegawai Ocean Garden yang juga diketahui banyak mengelola dapur MBG.
Selain itu, ada beberapa politisi Gerindra. Yakni Rimzah, Lelly Theresiawati dan Ketua DPC Gerindra Kota Malang Moreno Soeprapto.
Tak hanya itu. Bertebaran beberapa banner bergambar Presiden Prabowo Subianto. Masyarakat yang larut dalam senam juga tampak kompak mengenakan kaos berwarna putih.
Tak sedikit pula yang mengenakan kajs bergambar 82 juta PM Prabowo Baik. 82 juta PM dimaksudkan sebagai 82 juta penerima manfaat yang ditargetkan oleh pemerintah pusat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, pihak panitia telah memobilisasi massa yang berasal dari para pemilik dapur MBG dan juga para mitra SPPG. "Kalau dari Donomulyo, ada 100 orang (relawan), kan ada dua dapur. Memang diminta untuk datang ke sini semua," ujar Devi, mitra SPPG di Donomulyo.
Baca Juga : Jadi Cermin Keimanan Seseorang Muslim, Tahukah Kamu Ada Tiga Rasa Malu
Keterlibatan mitra SPPG ternyata tidak hanya pengakomodasian massa. Salah satu karyawan SPPG asal Kabupaten Malang yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa dapur MBG-nya sempat dimintai patungan.
"Sebenarnya dimintai patungan, tapi sepertinya tidak semua mitra bisa patungan karena ada yang finansialnya belum stabil," ujarnya.
Aksi ini pun menjadi sorotan karena berlangsung di tengah maraknya aksi penolakan terhadap program MBG. Bahkan di Jakarta, aksi unjuk rasa penolakan program MBG terus dilakukan oleh kalangan mahasiswa dan berbagai unsur.
Namun, Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto, mengaku bahwa aksi tersebut bukanlah aksi tandingan. "Tidak ada aksi tandingan. Ini murni organik dari masyarakat Malang Raya," tegas Moreno.
