Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Berapa Usia Ideal Anak Masuk SD? Ini Penjelasan Psikolog dan Aturan Resmi 2026

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - May - 2026, 14:31

Placeholder
Ilustrasi anak SD. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Pemerintah resmi menerapkan aturan baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Salah satu perubahan yang paling menjadi perhatian orang tua adalah ketentuan usia masuk SD yang kini lebih fleksibel dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Jika dulu banyak masyarakat menganggap anak wajib berusia 7 tahun untuk bisa masuk SD, kini aturan tersebut tidak lagi mutlak. Anak yang belum genap 7 tahun tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah selama memenuhi syarat tertentu.

Baca Juga : Sertifikat TKA 2026 Bisa Dipakai untuk Apa? Ini Fungsi dan Manfaatnya bagi Siswa

Kebijakan ini tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru. Pemerintah menilai kesiapan anak masuk sekolah tidak bisa hanya diukur dari usia, tetapi juga dari perkembangan emosional, sosial, bahasa, hingga kemampuan mandiri anak.

Aturan baru ini pun memunculkan banyak pertanyaan di kalangan orang tua. Apakah anak usia 5 tahun benar-benar boleh masuk SD? Apakah wajib sudah bisa membaca? Bagaimana jika anak belum pernah TK? Berikut penjelasan lengkapnya.

Anak Belum 7 Tahun Tetap Bisa Masuk SD

Dalam aturan terbaru, pemerintah tetap memprioritaskan anak yang telah berusia 7 tahun pada 1 Juli tahun berjalan. Namun, anak yang berusia minimal 6 tahun tetap diperbolehkan mengikuti pendaftaran SD.

Bahkan, anak usia paling rendah 5 tahun 6 bulan juga bisa diterima apabila dinilai memiliki kesiapan khusus.

Kesiapan tersebut harus dibuktikan melalui:

• Rekomendasi tertulis dari psikolog profesional, atau

• Rekomendasi dewan guru sekolah asal/TK

Biasanya penilaian dilakukan berdasarkan kesiapan psikologis, kemampuan sosial, komunikasi, hingga kemandirian anak.

Kebijakan ini dibuat agar anak-anak yang memiliki perkembangan lebih cepat tetap mendapatkan hak pendidikan sesuai kebutuhannya.

Kenapa Usia 7 Tahun Dianggap Ideal Masuk SD?

Psikolog Universitas Indonesia (UI), Rose Mini Agoes Salim, menjelaskan bahwa setiap anak memiliki tingkat kesiapan sekolah yang berbeda-beda.

Dalam webinar Direktorat Guru PAUD dan Dikdas Kemdikbud RI pada Maret 2022, Rose menyebut ada anak yang sudah matang di usia 5 tahun, tetapi ada pula yang baru siap di usia 6 atau 7 tahun.

Menurutnya, usia 7 tahun dipilih sebagai standar karena dianggap sebagai rata-rata kematangan anak secara umum.

“Kalau stimulasi bagus, anak pasti matang ke sekolah. Kenapa usia 7 tahun matang? Karena itu diambil pada usia kematangan rata-rata,” jelas Rose.

Artinya, faktor lingkungan, pola asuh, stimulasi, dan pengalaman belajar sangat memengaruhi kesiapan anak untuk masuk sekolah dasar.

Masih banyak orang tua yang menganggap kesiapan masuk SD hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau calistung.

Padahal, menurut para ahli pendidikan anak, kesiapan sekolah jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan akademik.

Anak yang terlalu dipaksa belajar akademik sejak dini justru berisiko mengalami tekanan mental, mudah stres, hingga kehilangan minat belajar.

Karena itu, pemerintah kini melarang sekolah menjadikan tes calistung sebagai syarat masuk SD.

Tes Calistung Resmi Dihapus

Dalam aturan SPMB 2026, sekolah tidak diperbolehkan mengadakan tes membaca, menulis, dan berhitung sebagai syarat penerimaan siswa baru kelas 1 SD.

Kebijakan ini dibuat untuk:

• Mengurangi tekanan pada anak usia dini

• Mencegah diskriminasi terhadap anak yang belum bisa calistung

• Memberikan kesempatan pendidikan yang lebih setara

• Mendorong pembelajaran sesuai tahap perkembangan anak

Pemerintah juga menegaskan bahwa anak yang belum lancar membaca tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dasar.

Selain penghapusan tes calistung, aturan terbaru juga menegaskan bahwa ijazah TK bukan syarat wajib masuk SD.

Artinya, anak yang tidak pernah mengikuti pendidikan taman kanak-kanak tetap bisa mendaftar sekolah dasar.

Meski demikian, pengalaman belajar di PAUD atau TK tetap dinilai penting karena membantu anak beradaptasi dengan lingkungan belajar dan interaksi sosial.

Ciri Anak Sudah Siap Masuk SD

Menurut psikolog dan praktisi pendidikan anak, kesiapan masuk SD bisa dilihat dari beberapa indikator berikut:

1. Sudah Bisa Mandiri

Anak mulai mampu:

• Makan sendiri

• Memakai pakaian sendiri

• Merapikan barang

• Pergi ke toilet tanpa bantuan

2. Mampu Bersosialisasi

Anak mulai nyaman bermain bersama teman, berbagi, dan mengikuti aturan sederhana.

3. Bisa Fokus Lebih Lama

Anak mampu duduk dan memperhatikan aktivitas dalam waktu tertentu tanpa mudah bosan.

4. Emosi Lebih Stabil

Anak tidak mudah tantrum saat menghadapi situasi baru atau ketika keinginannya tidak dituruti.

5. Memiliki Rasa Ingin Tahu Tinggi

Anak aktif bertanya, tertarik belajar hal baru, dan senang mengeksplorasi lingkungan sekitar.

Aspek Penting Kesiapan Sekolah Anak

Psikolog Rose Mini juga menjelaskan beberapa aspek kesiapan sekolah yang perlu diperhatikan orang tua sebelum anak masuk SD.

Aspek Fisik

• Motorik kasar berkembang baik

• Motorik halus mulai matang

• Koordinasi tubuh cukup stabil

Aspek Bahasa

• Bisa berbicara dengan jelas

• Mampu menjawab pertanyaan

• Dapat menyampaikan keinginan

• Mulai memahami instruksi

Aspek Kognitif

• Mengenal angka dan warna

• Mengenali bentuk benda

• Bisa mengelompokkan objek

• Mulai memahami konsep sederhana

Aspek Sosial dan Emosional

• Tidak terlalu bergantung pada orang tua

• Bisa bermain interaktif

• Mulai memahami aturan

• Menunjukkan empati terhadap teman

Aspek Kemandirian

• Memiliki rutinitas tidur

• Mulai disiplin

• Bertanggung jawab terhadap barang miliknya. 

Rose Mini menegaskan stimulasi menjadi faktor penting dalam perkembangan anak sebelum masuk SD.

Menurutnya, stimulasi terbaik dapat dilakukan melalui kegiatan bermain. Bermain bukan hanya membuat anak senang, tetapi juga membantu mengembangkan:

• Kemampuan komunikasi

• Kreativitas

• Motorik

• Cara berpikir

• Kemampuan menyelesaikan masalah

• Kemampuan sosial

“Bermain itu menyiapkan diri anak dalam kehidupan,” ujarnya.

Karena itu, orang tua dianjurkan tidak hanya fokus mengajarkan calistung, tetapi juga memberikan pengalaman bermain yang sehat dan menyenangkan.

Dokumen Syarat Masuk SD 2026

Berikut beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan orang tua saat mendaftarkan anak ke SD:

• Akta kelahiran

• Kartu Keluarga (KK)

• Surat rekomendasi psikolog atau dewan guru (jika usia di bawah ketentuan umum)

• Dokumen tambahan sesuai aturan daerah atau sekolah

Baca Juga : Reni Astuti Ajak Masyarakat Meneladani Semangat Berkurban untuk Berbagi dan Berdaya Bersama

Seluruh proses verifikasi dilakukan secara profesional dan berbasis data untuk mencegah praktik manipulasi usia maupun dokumen.

Aturan baru SPMB 2026 menunjukkan bahwa pendidikan dasar kini lebih menekankan kesiapan anak secara menyeluruh, bukan hanya faktor usia atau kemampuan akademik.

Karena itu, orang tua diharapkan tidak terburu-buru memaksakan anak masuk SD hanya karena sudah bisa membaca atau berhitung.

Yang paling penting adalah memastikan anak siap secara mental, emosional, sosial, dan mandiri agar proses belajar di sekolah dapat berjalan optimal dan menyenangkan.


Topik

Pendidikan Usia Masuk Sekolah Kementerian Pendidikan masuk sekolah usia sekolah usia anak



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan