Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Percepatan Tanam, Produksi Padi  Diprediksi Naik Hingga 5 Persen 

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Dede Nana

08 - May - 2026, 15:23

Placeholder
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa

JATIMTIMES  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam yang dilakukan di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kab. Madiun, Jum'at (8/5) pagi.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Jatim sebagai lumbung pangan nasional sekaligus menjadi mesin penggerak kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Baca Juga : Daerah di Jatim Ini Mulai Terpanggang Kemarau 2026, Surabaya Paling Gerah

"Tidak sekedar bagaimana kita memaksimalkan produksi padi dan beras di Jawa Timur, tapi juga kita ingin menjadi bagian yang bisa membawa Indonesia bukan hanya berketahanan pangan tapi berkedaulatan pangan berkelanjutan," ucap Gubernur Khofifah. 

Berdasarkan data Angka Tetap BPS Tahun 2025, Jatim mencatat luas panen sebesar 1,84 juta hektare dengan produksi padi mencapai 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini meningkat 12,60% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 9,77 juta ton. 

Sementara berdasarkan rilis BPS tanggal 4 Mei 2026, potensi produksi padi Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,62 juta ton GKG, atau meningkat sekitar 5,28% dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Ini artinya produktivitas pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan resilien di tengah berbagai tantangan global dan perubahan iklim. Insya Allah Jatim tetap menjadi tumpuan bagaimana ketahanan pangan program Pak Presiden Prabowo yang bisa diwujudkan secara berkelanjutan," ungkap Gubernur Khofifah optimis. 

Khofifah juga menyebut bahwa mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan di Indonesia tidak hanya sebatas pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Namun juga keterkaitan dengan pertahanan dan keamanan sebuah bangsa. 

Kaitan kondisi surplus padi dan beras di Jatim, Gubernur Khofifah mengaku optimis bahwa suplai saat ini bisa cukup sampai tahun depan. Hal ini menjadi sinyal positif untuk upaya ekspor beras ke mancanegara. 

Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya Modernisasi Alat Dan Mesin Pertanian (Alsintan) di berbagai wilayah di Jawa Timur. Hal ini juga dirasa sejalan dengan fakta bahwa Jatim memiliki jumlah petani muda terbanyak di Indonesia. 

Modernisasi Alsintan menjadi bagian yang sangat penting seperti penggunaan transplanter, rotavator, drone sprayer hingga Combine Harvester.

"Saya rasa ini sangat friendly dengan anak-anak muda sehingga mereka tidak semua ke kota, tapi mereka juga menjadi bagian dari penguat sektor pertanian," kata Khofifah. 

Sebagai informasi, berbagai langkah strategis telah dilakukan Pemprov Jatim guna mendorong kedaulatan pangan berkelanjutan. Diantaranya adalah melakukan percepatan tanam pada lahan-lahan yang sudah selesai panen dengan memanfaatkan benih unggul bersertifikat yang tahan kekeringan. 

Kemudian mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian atau alsintan agar proses panen, olah tanah, hingga tanam kembali dapat berjalan lebih cepat dan efisien. 

Yang ketiga adalah menyusun pola tanam adaptif berbasis teknologi dan mitigasi perubahan iklim serta keempat, memperkuat pengelolaan irigasi melalui pompanisasi, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan perpompaan, serta optimalisasi sumber air.

Baca Juga : Wali Kota Blitar Siapkan Penanganan Jembatan Gotong Royong, Jembatan Sentul Ditingkatkan

Dan upaya kelima adalah memperkuat sistem pelaporan cepat apabila terjadi bencana alam maupun serangan organisme pengganggu tanaman.
 
"Terima kasih semuanya semua yang sudah berikhtiar untuk  melakukan percepatan masa tanam. Panjenengan semua ini para pahlawan-pahlawan pangan yang luar biasa, para petani para Gapoktan yang luar biasa menjadikan Jawa Timur ini produksi pangannya tertinggi di antara semua provinsi di Indonesia," pungkasnya.

Senada dengan Gubernur Khofifah, Plh. Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI Tin Latifah mengatakan bahwa pemerintah melalui Kementan RI telah membreakdown kira-kira dalam satu tahun luasan tanah yang harus ditanam mencapai 16 juta hektar. 

Jawa Timur disebutnya telah berkontribusi hingga Mei 2026 mencapai 238.000 ha dari target 1,7 juta ha seluruh Indonesia. 

Mengacu pada data BPS, dimana Semester 1 Januari-Juni, diprediksi produksi padi Jawa Timur lebih besar 5% daripada di 2025. Ini dengan catatan bahwa harus memitigasi jangan sampai yang sudah ditanam itu terjadi Puso karena OPT maupun karena kekeringan. 

"Oleh karena itu, kami mengajak serta seluruh pihak yang sudah ahli di masing-masing bidangnya kali ini. Jadi kami sangat yakin Provinsi Jawa Timur ini peningkatan produksinya tadi yang diprediksi 5% akan tercapai," ungkapnya. 

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam sambutannya mengaku siap untuk terus mengawal berbagai program kerja Pemprov Jatim dan pemerintah pusat utamanya mewujudkan Kedaulatan Pangan berkelanjutan. 

"Kabupaten Madiun siap menjadi garda terdepan dalam menjaga surplus beras di Jawa Timur. Dengan segenap arahan dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah provinsi khususnya dalam menjaga stabilitas di tingkat petani agar mereka tetap terjamin saat hasil panennya melimpah," ucapnya. 

Untuk Kab. Madiun sendiri tercatat sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur. Tahun 2025, Kab. Madiun khususnya di wilayah panen raya ini, mencatat luas panen mencapai 82.826 hektare dengan produksi sebesar 480 ribu ton GKG dan produktivitas rata-rata mencapai 5,80 ton per hektare. Bahkan, produktivitas dapat mencapai sekitar 7 ton per hektare. 

Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yaitu tiga unit hand traktor singkal, empat unit cultivator, enam unit combine harvester besar dan satu unit rotavator. Bantuan dari Pemprov Jatim tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Khofifah kepada kelompok tani sumber rukun sebagai salah satu perwakilan petani Kec. Balerejo Kab. Madiun.



 


Topik

Pemerintahan gubernur jatim lumbung pangan padi.jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan