JATIMTIMES - Perayaan Paskah merupakan momen penting bagi umat Kristiani untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus. Di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk, banyak umat Muslim yang ingin tetap menunjukkan sikap toleransi kepada teman, sahabat, atau rekan kerja yang merayakan Paskah.
Namun, sebagian orang juga ingin memastikan bahwa ucapan yang disampaikan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Lalu, seperti apa ucapan Paskah yang tetap sopan, menghargai, dan tidak melanggar keyakinan?
Baca Juga : 14 Tahun Menanti, Wali Kota Batu Berangkat Haji, Wawali Jadi Plt
Dalam Islam, menjaga akidah merupakan hal utama. Oleh karena itu, sebagian ulama menyarankan agar umat Muslim tidak mengucapkan kalimat yang mengandung pengakuan terhadap keyakinan agama lain, seperti menyebut “kebangkitan Yesus” sebagai bentuk keimanan.
Namun demikian, Islam juga mengajarkan pentingnya toleransi, menghormati, dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Prinsip Ucapan yang Aman
Agar tetap nyaman dan tidak bertentangan dengan keyakinan, ucapan Paskah dari seorang Muslim sebaiknya:
• Bersifat umum dan universal
• Tidak mengandung unsur teologis agama lain
• Menunjukkan doa kebaikan dan harapan positif
• Menjaga rasa hormat dan persaudaraan
Contoh Ucapan Paskah yang Aman dan Sopan
Berikut beberapa contoh ucapan yang bisa digunakan oleh umat Muslim:
Ucapan formal:
“Selamat merayakan Paskah, semoga membawa kedamaian dan kebahagiaan.”
“Semoga hari Paskah ini dipenuhi dengan ketenangan dan sukacita.”
“Selamat Paskah, semoga kebahagiaan dan keberkahan menyertai Anda.”
Ucapan santai:
“Selamat Paskah, semoga harimu penuh kebahagiaan.”
“Semoga Paskah membawa semangat baru dan hal-hal baik.”
Ucapan untuk rekan kerja:
“Selamat merayakan Paskah, semoga kebersamaan dengan keluarga membawa kebahagiaan.”
“Semoga libur Paskah memberikan ketenangan dan energi baru.”
Alternatif Jika Ingin Lebih Netral
Jika masih ragu, kamu bisa menggunakan ucapan yang lebih umum tanpa menyebut Paskah secara langsung, seperti:
“Semoga Anda dan keluarga selalu diberi kebahagiaan dan kedamaian.”
“Selamat menikmati waktu bersama keluarga, semoga penuh kebahagiaan.”
Cara ini tetap menunjukkan perhatian tanpa masuk ke ranah sensitif.
Mengucapkan selamat hari raya kepada pemeluk agama lain adalah bagian dari bentuk toleransi sosial. Selama tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan keyakinan pribadi, hal ini dapat mempererat hubungan antar sesama.
Baca Juga : UIN Malang Tekankan Peserta Beasiswa Teladan 2026 Wajib Pahami Juknis Seleksi Secara Detail
Sikap saling menghormati menjadi kunci penting dalam menjaga keharmonisan, terutama di negara dengan keberagaman seperti Indonesia.
Ucapan Paskah dari seorang Muslim tetap bisa disampaikan dengan cara yang bijak dan penuh penghormatan. Kuncinya adalah menggunakan kata-kata yang netral, tidak menyentuh ranah akidah, namun tetap mengandung doa dan harapan baik.
Dengan begitu, nilai toleransi tetap terjaga tanpa harus mengorbankan keyakinan masing-masing.
