JATIMTIMES – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang kembali memicu kerusakan bangunan di wilayah Kota Batu. Kali ini, dampak cuaca buruk tersebut mengakibatkan kerusakan pada atap kanopi di area Kantor Jasmil Pusdik Arhanud, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Selasa (17/3/2026) sore. Namun, koordinasi dan pendataan detail baru saja rampung setelah tim reaksi cepat melakukan kaji cepat di lokasi kejadian.
Baca Juga : Penumpang KMP Dharma Kartika Jatuh ke Laut di Perairan Jangkar, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko, membenarkan adanya kerusakan materiil di area militer tersebut. Angin kencang yang berhembus saat hujan melanda membuat struktur atap tidak kuat menahan beban dan hempasan angin.
"Akibat hujan dan angin kencang tersebut, atap bangunan kanopi di Kantor Jasmil Pusdik Arhanud mengalami kerusakan. Dimensi atap yang rusak mencapai panjang 7 meter dengan lebar 5 meter, terbawa angin," terang Suwoko, Kamis (26/3/2026).
Meskipun kerusakan bangunan cukup terlihat, Suwoko memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Lokasi saat kejadian dalam kondisi aman dari aktivitas personel di bawah kanopi.
Pihak BPBD Kota Batu telah melakukan langkah-langkah darurat, termasuk koordinasi intensif dengan pihak Pusdik Arhanud untuk penanganan lebih lanjut. Rekomendasi perbaikan juga telah dikeluarkan agar fasilitas tersebut dapat berfungsi kembali seperti sedia kala.
"Kami sudah lakukan kaji cepat dan koordinasi di lapangan. Rekomendasinya adalah segera dilakukan perbaikan kembali pada atap yang rusak sebagai tindak lanjut pasca-bencana," imbuhnya.
Baca Juga : Arus Balik Masuk Fase Krusial, Dewanti Rumpoko Ingatkan Petugas Tetap Siaga di Titik Lelah
BPBD Kota Batu tetap menghimbau masyarakat di wilayah Kecamatan Junrejo dan sekitarnya untuk tetap waspada.
"Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif dan berpotensi menimbulkan angin kencang secara tiba-tiba yang dapat membahayakan konstruksi bangunan ringan," imbuh Suwoko.
