JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi langsung merespons cepat keluhan yang disampaikan Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kasembon Fikri Haikal terkait kurangnya pasokan telur ayam dan kurang cepatnya penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu langsung memerintahkan l masing-masing perangkat daerah di bidang pangan agar dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara keseluruhan di Kabupaten Malang, utamanya yang mengalami kekurangan pasokan seperti di wilayah Kecamatan Kasembon.
Baca Juga : Iran Mengamuk! Serangan Besar ke Negara-Negara Teluk, Hanya Oman yang Tak Tersentuh
Termasuk di dalam perintah tersebut, Sanusi menginstruksikan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dapat melakukan percepatan-percepatan penerbitan SLHS melalui penguraian antrean yang terlalu panjang.
"Kalau untuk kekurangan bahan baku, kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP); kepala Dinas Ketahanan Pangan; kepala Dinas Perikanan; kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan; termasuk untuk kepala Dinas Kesehatan saya perintahkan untuk membantu SPPG," ungkap Sanusi.
Menurut dia, gerak cepat dari masing-masing perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang untuk membantu memenuhi kebutuhan bahan baku pangan serta percepatan penerbitan SLHS sangat diperlukan, agar SPPG dapat menjalankan Program MBG dengan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar yang juga bertindak sebagai kepala Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Program MBG di Kabupaten Malang menyampaikan, untuk persoalan pemenuhan pasokan telur ayam khususnya di SPPG yang berada di wilayah Malang Barat, ia akan segera menjalin komunikasi dengan Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU) Ayam Sehat Tumpang (AST) Kholiq.
Terlebih lagi, Kholiq juga merupakan ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Timur. Sehingga, untuk pemenuhan kebutuhan telur ayam dapat dipastikan dapat terpenuhi dalam waktu dekat, khususnya di wilayah Kecamatan Kasembon.
"Untuk (pemenuhan pasokan) telur ayam, kami nanti akan berkoordinasi dengan pengusaha peternakan sekaligus Ketua Pinsar Jawa Timur, Pak Kholiq yang ada di Tumpang. Paling tidak kami akan mencari info untuk mendatangkan telur ayam dari peternak terdekat dari Kasembon," ujar Budiar.
Baca Juga : SPPG di Malang Barat Keluhkan Pasokan Telur Ayam Kurang, Dorong Percepatan Penerbitan SLHS
Selanjutnya, berkaitan dengan keluhan dari SPPG yang berada di wilayah Kecamatan Kasembon mengenai antrean penerbitan SLHS yang cukup panjang, dalam waktu dekat permasalahan itu akan segera dituntaskan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
"Kami minta agar Dinas Kesehatan bisa mempercepat proses penerbitan SLHS bagi masing-masing SPPG," tutur Budiar.
Pihaknya juga menambahkan perkembangan kondisi SPPG di Kabupaten Malang, baik yang telah mengantongi SLHS maupun yang masih berproses mengurus pengajuan untuk penerbitan SLHS. Di Kabupaten Malang sendiri saat ini telah berdiri dan beroperasi 199 unit SPPG dari target 275 SPPG yang ditetapkan oleh BGN dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 549.192 orang.
"Dari sisi pemenuhan standar kesehatan 133 SPPG yang telah memiliki SLHS. Sementara 37 lainnya masih dalam proses pengajuan," pungkas Budiar.
