Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Tarhim Sudah Bunyi, Masih Boleh Makan Sahur? Ini Penjelasannya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

22 - Feb - 2026, 06:38

Placeholder
Ilustrasi seorang Muslim mengumandangkan adzan. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Suara tarhim yang berkumandang dari masjid atau musala kerap jadi “alarm” alami bagi umat Islam saat Ramadan. Lantunan salawat, zikir, atau pengingat sahur itu biasanya terdengar 30 sampai 60 menit sebelum azan Subuh. 

Lalu muncul pertanyaan yang sering bikin ragu, saat tarhim sudah bunyi, masih bolehkah makan sahur?

Baca Juga : Balap Liar, Sejumlah Titik Ini Jadi Perhatian Serius Polisi Kota Malang

Untuk diketahui, tarhim adalah lantunan doa, salawat, atau ayat suci Al-Qur’an yang dikumandangkan sebelum azan Subuh. Tujuannya untuk membangunkan umat Islam agar bersiap menjalankan salat Subuh maupun sahur.

Di sejumlah masjid, tarhim bahkan diselingi pengingat waktu. Misalnya dengan mengulang hadis:

تَسَحَّرُوا فَإنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةٌ

“Sahurlah kalian karena sahur itu membawa berkah”.

Ada pula yang menambahkan pengumuman seperti, “Sekarang sudah pukul 03.00 WIB, sebentar lagi subuh, bangun… bangun… sahur… sahur…”

Dulu, tarhim biasa dibawakan langsung oleh beberapa orang dengan suara merdu. Kini, banyak masjid memilih memutar rekaman ayat suci Al-Qur’an atau salawat karena lebih praktis. Biasanya menjelang Subuh akan terdengar seruan, “Imsaak… imsaak…”

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ أَوْ أَحَدًا مِنْكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ مِنْ سَحُورِهِ فَإِنَّهُ يُؤَذِّنُ أَوْ يُنَادِي بِلَيْلٍ لِيَرْجِعَ قَائِمَكُمْ وَلِيُنَبِّهَ نَائِمَكُمْ

Artinya: dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah bersabda: "Kalian tak perlu mencegah Bilal untuk adzan sewaktu sahur karena adzan itu bertujuan untuk mengingatkan siapa saja yang masih berjaga dan sekaligus membangunkan yang tertidur." (HR Al-Bukhari)

Keterangan ini menunjukkan bahwa seruan sebelum Subuh memang berfungsi sebagai pengingat, bukan penanda berakhirnya waktu sahur.

Dilansir dari NU Online, waktu sahur berakhir saat terbit fajar, yakni ketika azan Subuh berkumandang. Saat azan Subuh terdengar, itu berarti waktu puasa telah dimulai. Makan dan minum setelah azan Subuh dapat membatalkan puasa.

Sahur sendiri boleh dilakukan setelah lewat tengah malam. Namun, yang lebih utama adalah mendekati waktu fajar, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Dalam hadis riwayat Al-Bukhari disebutkan:

Baca Juga : Salat Tarawih Berapa Rakaat yang Dianjurkan Rasulullah? Ini Penjelasan Lengkapnya

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ، قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ؟ قال: قَدْرَ خَمْسِينَ آيَة

Artinya:
"Dari Zaid bin Tsabit ra, ia bercerita: 'Aku sahur bersama Rasulullah saw lalu setelah sahur beliau shalat subuh.' Aku bertanya: 'Berapa lama jarak antara selesai sahur dan melaksanakan shalat?' Zaid menjawab: 'Kira-kira waktu yang cukup untuk membaca 50 ayat'."
(HR Al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menyelesaikan sahur sebelum fajar terbit dan masih ada jeda sebelum salat Subuh.

Jadi, boleh sahur saat tarhim? Ya, boleh. Bahkan saat bunyi imsak, umat Muslim masih diperbolehkan untuk menyelesaikan sahur. 

Tarhim bukan tanda berakhirnya waktu makan sahur. Tarhim hanyalah pengingat agar umat Islam bersiap. Selama azan Subuh belum berkumandang dan fajar belum terbit, sahur masih diperbolehkan.

Karena itu, tak perlu panik saat mendengar tarhim. Yang perlu diperhatikan adalah waktu azan Subuh sebagai batas dimulainya puasa.

Bacaan Salawat Tarhim

Berikut salah satu bacaan salawat yang kerap dilantunkan sebelum azan:

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ • الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ اْلهُدَى ۞ يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهْ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ الْحَقِّ يَارَسُوْلَ اللهْ • الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَامَنْ اَسْرَى بِكَ مُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ ۞ مَا نِلْتَ وَالأَنَامُ نِيَامْ وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّ كُلُّ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاَنْتَ الْإِمَامْ وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا وَ سَمِعْتَ نِدَاءً عَلَيْكَ السَّلَامْ ۞ يَا كَرِمَ الْأَخْلَاقْ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ ۞ صَلىَ اللهُ عَلَيْكَ ۞ وَ عَلىَ عَلِكَ وَ اَصْحَابِكَ أجْمَعِيْنَ۞

Intinya, selama belum masuk waktu Subuh, Sobat JatimTIMES masih boleh makan dan minum untuk sahur meski tarhim sudah terdengar. Jangan sampai keliru membedakan tarhim dan azan Subuh, ya.


Topik

Agama Tarhim sahur puasa kajian Islam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Agama

Artikel terkait di Agama