Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Profil Grab dan GoTo yang Heboh Diisukan Bakal Merger 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13 - Feb - 2024, 20:46

Placeholder
Kolase logo perusahaan Grab dan GoTo yang diisukan bakal merger. (Foto: Google)

JATIMTIMES - Grab Holdings Ltd. dan GoTo Group tengah menjadi perbincangan publik. Hal ini terjadi setelah rumor beredar kedua perusahaan ride-hailing (layanan tranportasi) terbesar di Asia Tenggara tersebut akan merger. 

Melansir Bloomberg, Selasa (13/2/2024), merger tersebut dilakukan untuk menghentikan tahun-tahun kerugian di kedua perusahaan, lantaran adanya persaingan ketat antara keduanya. 

Baca Juga : Profil Gus Kautsar, Ulama Tampan yang Trending X Usai Hadir di Acara Cak Imin

Menurut sumber enggan disebut namanya, kedua perusahaan tersebut menjadi pemimpin pengiriman makanan di wilayah dengan lebih dari 650 juta orang. Hal inilah yang kemudian diusung menjadi pembahasan awal terkait skenario merger. 

Sumber tersebut juga mengatakan, salah satu opsi potensial adalah untuk Grab yang berbasis di Singapura disebut akan mengakuisisi GoTo. Yakni menggunakan uang tunai, saham, atau kombinasi dari keduanya.

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan Indonesia tersebut lebih terbuka terhadap kesepakatan, setelah Patrick Walujo menjabat sebagai chief executive officer (CEO) tahun lalu.

Sumber yang tidak ingin disebut namanya ini juga mengatakan, pembicaraan soal merger telah berlangsung secara tidak menentu. Pemegang saham utama dari kedua perusahaan mendukung kesepakatan, dan telah mendorong pembicaraan lebih lanjut. 

Meski begitu, sumber tersebut mengatakan jika merger tidak akan mengarah pada penggabungan penuh. Namun lebih pada opsi untuk membagi pasar utama kedua perusahaan. Di mana, Grab mendapatkan kontrol atas basis rumah Singapura dan beberapa pasar lainnya, sementara GoTo mempertahankan kontrol di Indonesia.

Ia juga mengatakan jika penilaian tetap menjadi hambatan utama untuk setiap kesepakatan. Pasalnya saham GoTo telah turun sekitar 30% dalam 12 bulan terakhir. Kekhawatiran lain termasuk struktur kesepakatan dan tata kelola yang dilakukan GoTo. 

Lantas perusahaan apa GoTo dan Grab?

Melansir berbagai sumber, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (ditulis GoTo) adalah perusahaan ekosistem digital berbasis teknologi yang beroperasi di Indonesia, yang dibentuk sebagai penggabungan antara Gojek dan Tokopedia. Perusahaan ini berbasis di Jakarta. GoTo telah menjadi ekosistem terbarukan mewujudkan ketahanan identitas korporasi.

Awalnya, GoTo adalah perusahaan yang menyediakan layanan transportasi daring dengan nama badan hukum PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa, yang menggunakan nama Gojek. Perusahaan kemudian berubah nama menjadi GoTo setelah bergabungnya Tokopedia, yang merupakan salah satu lokapasar daring terbesar di Indonesia, pada tahun 2021. 

GoTo menawarkan layanan-layanan seperti transportasi roda dua (GoRide), roda empat (GoCar), layanan logistik on-demand (GoSend), lokapasar (Tokopedia). Selain itu terdapat Goto Financial yang membawahi pembayaran digital (GoPay), kasir berbasis komputasi awan (MokaPOS) dan gerbang pembayaran (Midtrans).

Baca Juga : Kekerasan dan Kriminalisasi Jurnalis: AJI Deklarasi Komite Advokasi Jurnalis Jatim

Pada tahun 2022, GoTo menjadi perusahaan Dekacorn pertama yang menjadi perusahaan terbuka di bursa efek kawasan Asia Tenggara, dengan nilai penawaran umum sebesar Rp 15,8 triliun (sekitar US$1,1 miliar). 

Dengan inovasi itu, menjadikan IPO GoTo terbesar di Indonesia, ketiga di Asia, dan kelima di dunia, pada periode Januari-April 2022. GoTo adalah salah satu dari lima perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 452 triliun per 11 April 2022.

Sedangkan, Grab (sebelumnya dikenal sebagai GrabTaxi) merupakan salah satu platform layanan on demand asal Malaysia yang bermarkas di Singapura. Berawal dari layanan transportasi, perusahaan tersebut kini telah mempunyai layanan lain seperti pengantaran makanan dan pembayaran yang bisa diakses lewat aplikasi mobile.

Pada awalnya, Grab didirikan di Malaysia, sebelum kemudian memindahkan kantor pusat mereka ke Singapura. Saat ini, Grab telah beroperasi di Asia Tenggara  (kecuali Laos dan Brunei). 

Grab merupakan startup "decacorn" (sebutan untuk startup yang memiliki valuasi perusahaan sebesar US$10 miliar) pertama di Asia Tenggara.

Di Indonesia, Grab melayani pemesanan kendaraan seperti ojek (GrabBike), mobil (GrabCar), taksi (GrabTaksi), kurir (GrabExpress), pesan-antar makanan (GrabFood), dan carpooling (GrabHitch Car). Saat ini Grab tersedia di 125 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Banda Aceh - Aceh hingga Jayapura - Papua. 

Demikian profil singkat perusahaan Grab dan GoTo yang dikabarkan bakal merger. 


Topik

Ekonomi GoTo gojek grab merger grab



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tuban Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni