Prof Salim Said Sebut KLB Demokrat Settingan SBY | Tuban TIMES

Prof Salim Said Sebut KLB Demokrat Settingan SBY

Mar 13, 2021 08:56
Prof Salim Said (Foto: YouTube Karni Ilyas)
Prof Salim Said (Foto: YouTube Karni Ilyas)

INDONESIATIMES - Kisruh yang terjadi dalam Partai Demokrat (PD) membuat perpolitikan di Indonesia semakin panas. Diketahui, saat ini PD terbagi menjadi dua kubu, yakni kubu AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dan kubu Moeldoko.  

Hal itu tentunya menarik perhatian bagi beberapa pihak seperti para tokoh politik tanah air. Salah satu yang ikut menyoroti polemik PD ini yakni pengamat politik Prof Salim Haji Said.  

Baca Juga : Babak Baru Kisruh Partai Demokrat kala AHY Gandeng BW sebagai Kuasa Hukum!

 

Hal ini diketahui melalui channel YouTube Karni Ilyas Club yang diunggah pada Jumat (12/3/2021). Diketahui, Karni Ilyas mengundang Prof Salim Said untuk memberi pandangan terkait kudeta PD.  

Diskusi tersebut diberi judul "PROF. SALIM HAJI SAID : "YANG MELAKUKAN KUDETA PERTAMA ADALAH PAK SBY...". 

Dalam pandangannya, Kongres Luar Biasa (KLB) PD di Deli Serdang, Sumatera Utara, hanyalah sebuah settingan atau permainan Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu, kata Salim Said, dilakukan guna menaikkan elektabilitas PD dan menarik simpati  masyarakat.

Oleh sebab itu, Salim menegaskan bahwa seluruh rakyat Indonesia tertipu dengan permainan SBY. "Jadi kita ini dizalimi," ujar dia.  

Lebih lanjut, Salim menegaskan  SBY diduga telah mengulang momen pada waktu jelang Pemilu 2004 sebagai calon presiden. Kala itu Taufiq Kemas menyebut SBY sebagai "anak kecil".  

"Ada dicerca oleh Taufik Kiemas, disebut cengeng, anak kecil sehingga orang mengatakan bahwa Pak SBY itu atau pengikutnya mendramatisir tingkah laku politiknya Taufik Kiemas untuk popularitas beliau," ungkapnya.

Sementara, menurut Salim, orang-orang yang mendukung KLB Demokrat berpikiran bahwa berkali-kali SBY telah mengkritik dan menyerang orang-orang yang nepotisme. Namun justru ia yang mengangkat anaknya sendiri untuk menggantikan perannya.

"Jadi kata orang-orang itu, 'kita tidak pernah menduga Pak SBY mendorong anaknya yang masih muda itu, tentara pangkat terakhir mayor' ketika partai-partai lain yang sudah sukses semua itu kan jenderal," ucapnya.

Baca Juga : Kunjungi Polres Gresik, Kemenpan RB Minta Pertahankan Pelayanan Prima

 

Bahkan, Salim yakin hal tersebut merupakan faktor yang diperhitungkan orang-orang tersebut mengapa mereka kesal dengan Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "AHY itu saya kenal sejak masih taruna Akmil. Saya pernah memberi kuliah umum dan diskusi dengan anak muda itu di Magelang. Anaknya pintar dan baik. Tapi persoalannya kan ada pada orang-orang partai, senior-senior yang bekerja untuk menyukseskan Partai Demokrat untuk memenangkan Pak SBY silam," ungkapnya.

Di sisi lain, Salim juga menyinggung sosok Gatot Nurmantyo. Ia menjelaskan Gatot yang lebih dulu ditawari untuk mengudeta PD.  “Gatot Nurmantyo menolak tawaran tersebut dengan alasan moral,” tuturnya.

 Kemudian muncul nama Moeldoko sebagai figur lain setelah Gatot menolak. “Muncul Moeldoko sebagai figur lain yang dianggap cocok menggantikan Moeldoko,” ucapnya. 

Salim pun mengaku berusaha menyelidiki kasus ini sebagai ilmuwan politik.  Ia menghubungi koleganya orang-orang wartawan dan jawaban dari mereka justru menyebut yang melakukan kudeta pertama ialah SBY.  

“Jawaban dari kolega saya, orang pertama yang mengudeta adalah Pak SBY terhadap orang Demokrat dan menjadikan anaknya menjadi ketua partai,” ujarnya.

 

Topik
Kisruh Partai Demokrat SBY Salim Said Agus harimurti yudhoyono moeldoko

Berita Lainnya