Potret,  Peserta Rakor dalam Sinergitas dan Gotong royong dalam penanggulangan bencana BPBD Jatim. (Foto: Dokumen JatimTIMES)
Potret, Peserta Rakor dalam Sinergitas dan Gotong royong dalam penanggulangan bencana BPBD Jatim. (Foto: Dokumen JatimTIMES)

Tak ingin kedodoran di musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur terus melibatkan kelompok-kelompok sukarelawan. Terutama dalam mengantisipasi ancaman bencana saat musim hujan di tengah pandemi Covid-19 ini. 

Setidaknya 50 pengurus dan organisasi mitra Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) turut serta dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Kesiapsiagaan yang digelar BPBD Jatim. Acara tersebut dihelat di Hotel Singgasana, Surabaya mulai Sabtu-Minggu, 24-25 Oktober 2020.

Baca Juga : Tersisa 2 Bulan, APBD Kota Batu Terserap 42 Persen

Rakor ini dibuka oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim Gatot Subroto. Menurutnya, peserta rakor tidak hanya dari pengurus dan organisasi mitra SRPB Jatim. Hadir pula 50 peserta dari FRPB Jatim.

"Kita masih dalam masa pandemi Covid-19, sehingga nanti dalam penanganan bencana harus menyesuaikan protokol kesehatan," ungkap Gatot Subroto dalam sambutannya.

Menurutnya, BPBD Jatim tidak bisa sendirian dalam penanganan bencana. "Maka hari ini diadakan rapat koordinasi, sehingga bisa saling mengisi kekosongan dalam penanggulangan bencana," imbuhnya.

Sementara, prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Oky Sukma Hakim mengatakan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim penghujan.

Baca Juga : Bendungan Gongseng Hampir Selesai, Setahun Petani di Bojonegoro Bisa Tiga Kali Tanam

"Potensi La Nina cukup besar karena curah hujan meningkat hingga 40 persen," jelas Oky yang ikut memberikan materi.

Belum lagi adanya informasi potensi gempa megathrust di kawasan Selatan Pulau Jawa. Hal inilah yang harus diwaspadai, karena gempa dalam skala besar belum bisa diramalkan kehadirannya.