Foto Dokumentasi MalangTIMES
Foto Dokumentasi MalangTIMES

Bocornya pipa transmisi yang dikelola Perumda Tugu Tirta atau sebelumnya dikenal sebagai PDAM Kota Malang menimbulkan berbagai pendapat. Salah satunya adalah pilihan untuk segera merealisasikan pemanfaatan air sungai yang sebelumnya juga sudah sempat disampaikan.

Terlebih, feasibility study (FS) atau studi kelayakan sudah dilakukan pada 2019 lalu. DPRD Kota Malang pun mendorong untuk segera merealisasikan perencanaan tersebut. Pasalnya, pemanfaatan air permukaan dinilai jauh efektif dan dapat memenuhi kebutuhan air bersih.

Menanggapi itu, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang M. Nor Muhlas menyampaikan, pemanfaatan air permukaan atau air sungai menang menjadi pilihan yang harus segera digarap. Pasalnya, hal itu memang menjadi kebutuhan tersendiri bagi kota-kota besar.

Namun saat ini, Tugu Tirta masih enggan merealisasikan pemanfaatan air sungai lebih cepat. Pasalnya, Tugu Tirta lebih memilih memulihkan kembali pipa yang ada saat ini. Jika tetap dipaksakan untuk menggarap atau merealisasikan pemanfaatan  air sungai, Muhlas khawatir akan memakan waktu dan biaya yang lebih banyak.

"Air sungai memang sudah direncanakan. Tapi saat ini, itu menjadi solusi ke sekian. Saat ini kami harus fokus dengan posisi yang strategis," ujarnya.

Muhlas menyampaikan, pemanfaatan air permukaan atau air sungai tersebut membutuhkan anggaran yang amat besar. Selain itu, pemanfaatan air sungai jika direalisasikan dalam waktu dekat dinilai kurang efektif. Pasalnya,  Tugu Tirta telah melakukan pengeboran baru di dua titik.

Dalam penghitungan secara teknis, pengeboran di dua titik tersebut diyakini mampu memenuhi kebutuhan air bersih Kota Malang hingga 25 tahun ke depan. Sehingga, ketika air permukaan atau air sungai digarap lebih dini, dikhawatirkan tak berfungsi seperti yang diinginkan. "Harus dikalkulasikan semua karena saat ini kami juga sudah mulai buat sumber air baru dengan pengeboran," imbuh Muhlas.

Meski begitu, Muhlas tak menutup kemungkinan pemanfaatan air permukaan atau air sungai akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan. Mengingat kebutuhan akan air bersih terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. "Bisa dilihat nanti ke depan seperti apa, karena memanfaatkan air sungai itu memang solusi bagi kota-kota besar," pungkas dia.