Ilustrasi Penculikan
Ilustrasi Penculikan

Warga di Jember, belakangan mendapatkan pesan berantai melalui media sosial Whatsapp.

Pesan tersebut berisi adanya percobaan penculikan, dalam pesan berantai tersebut, disebutkan tanggal 15 pukul 6 sore namun tidak disebutkan kapan dan tahun berapa kejadiannya. Hanya saja di situ di tulis di Jalan Rambutan.

Bahkan, warga di beberapa desa yang ada di Sumberbaru Jember, banyak yang resah atas adanya pesan berantai tersebut. 

Mereka meyakini jika pesan berantai itu benar adanya, sehingga banyak warga yang melaporkan kejadian ini ke Polsek Sumberbaru.

“Memang tadi ada anggota kami yang mendapatkan laporan adanya pesan penculikan di Desa Rowotengah, mereka mendapatkan pesan yang isinya adanya penculikan anak SD 02 di sekitar jalan dusun Tambakrejo, namun setelah anggota kami menelusuri, ternyata itu info hoax yang dulu pernah diedarkan sekitar tahun 2017,” ujar Kapolsek Sumberbaru AKP. Subagio Senin (20/1/2020).

Bahkan, ketika anggota Babhinkamtibmas, Kanit Binmas dan Kanit Sabara Polsek Sumberbaru melintasi kawasan Dusun Tambakrejo, menurut Kapolsek, banyak warga khususnya ibu-ibu yang bergerombol di depan rumah salah satu tokoh desa setempat, terlihat beberapa warga membicarakan adanya info tersebut.

“Saat anggota kami tanya kepada warga  yang sedang bergerombol, mereka menceritakan, kalau ada anak SD 02 Sumberagung yang diculik dan dimasukkan mobil putih, namun setelah anggota kami melakukan pengecekan, ada warga yang bilang melihat mobil putih lewat dan mendengar suara anak perempuan berteriak, setelah ditelusuri lagi, ternyata info itu dari siswa SD yang bernama Anton, dan si anak tersebut, ketika ditanya mengaku kalau dapat info dari teman, sehingga info tidak jelas ini menjadikan warga resah,” ujar Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, bahwa pesan berantai tersebut, adalah hoax, oleh karenanya, Kapolsek memerintahkan anggotanya dari Binmas untuk langsung melakukan penyuluhan kepada warga dan sekolah-sekolah.

“Saat itu juga anggota kami arahkan untuk koordinasi dengan sekolah untuk melakukan pengecekan dan melakukan penyuluhan kepada masyarakat, dan kami menghimbau kepada warga, agar tidak mudah percaya dengan kabar yang masih simpang siur, dan berhati-hati dalam bermedsos, namun warga juga tetap melakukan pengawasan kepada anak-anaknya agar tidak salah dalam pergaulan,” ujar Kapolsek. (*)