Plt Kabid Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP Tulungagung Artista Nindya Putra. (baju putih) (Joko Pramono for Jatim Times)
Plt Kabid Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP Tulungagung Artista Nindya Putra. (baju putih) (Joko Pramono for Jatim Times)

Satpol PP Tulungagung telah melayangkan surat pemanggilan kepada pemilik tempat kos yang digerebek pada Rabu (15/1/20) lalu. Sayang pemilik tempat kos yang diketahui bernama Sukemi itu mangkir dari panggilan petugas penegak perda terseb.

Panggilan ini merupakan panggilan pertama. Pemilik seharusnya datang ke satpol PP pada hari Senin (21/1/20) ini. Sehingga satpol PP melayangkan surat panggilan kedua. Surat panggilan kedua ini meminta supaya Sukemi datang besok, Selasa (21/1/2020).

“Karena alamatnya belum diketahui, maka kami layangkan surat pemanggilan ke alamat rumah kos,”  terang Kasi Informasi dan Publikasi Satpol PP Tulungagung Artista Nindya Putra alias Genot.

Sebelum melakukan pemanggilan secara paksa, pihaknya sesuai prosedur punya tiga kali kesempatan unutk memanggil pemilik kos. “Kami juga berusaha mencari alamat pasti pemilik rumah kos ini. Harapannya pemilik lekas bisa datang ke kantor Satpol PP," ucap Genot.

Jika pemilik kos datang, pihaknya akan menanyakan perihal perijinan tempat kos, seperti tidak adanya penjaga, faktor keamanan jalur evakuasi dan pelanggaran hukum yang sudah terjadi.

Untuk pelanggaran hukum, diketahui salah satu kamar kos di tempat ini telah disewakan ulang oleh penyewanya, dengan tarif 20 ribu perjam, 50 ribu per 3 jam dan 100 ribu untuk sehari semalam.

“Satpol PP bisa melakukan upaya paksa, mulai dari penyegelan jika pemilik dianggap menyalahi aturan. Tentu harus melalui sejumlah tahapan,”  ujarnya.

Lantaran telah menyewakan ulang kamar kosnya, salah satu penyewa kos, Zaky (19) ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian. Pria asal Sumbergemnpol ini telah menyewakan kamar kosnya pada pasangan bukan suami istri, Satria (21) dan Dumrotun (21) untuk berbuat mesum.

Zaky dijerat dengan pasal 296 KUHP dengan ancaman kurungan 16 bulan. Meski ancamannya di bawah 5 tahun, Zaky tetap ditahan lantaran Pasal 296 merupakan pasal pengecualian sesuai Lasal 21 KUHAP.

Pemuda ini diketahui sudah menempati salah satu kamar kos milik Sukemi sejak tiga bulan lalu dengan tarif Rp 400.000 per bulan. Selama itu Zaky sudah 10 kali menyewakan kamarnya, yang dijaring lewat grup Facebook Info Kos Tulungagung.