Waspada Cuaca Ekstrem, 13.465 Rumah di Kota Malang Masuk Zona Rawan Bencana

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

15 - May - 2026, 05:06

Kawasan pemukiman yang pernah longsor di Kabupaten Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Sebanyak 13.465 rumah dan bangunan di Kota Malang masuk kategori rawan terdampak bencana. Data tersebut merupakan hasil pemetaan yang dilakukan Pemerintah Kota Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno mengatakan, pemetaan dilakukan di seluruh wilayah Kota Malang yang mencakup 57 kelurahan. Dari jumlah tersebut, 40 kelurahan tercatat memiliki titik kerawanan dengan tingkat risiko tinggi dan spesifik hingga tingkat RT/RW.

Baca Juga : Akses Jalan Malang-Lumajang Tertimbun Longsor

“Kami sudah memetakan seluruh potensi Kota Malang, mulai dari ancaman hidrometeorologi hingga cuaca ekstrem. Dari 57 kelurahan, sebanyak 40 kelurahan memiliki titik-titik lokasi yang sangat spesifik potensinya, bahkan hingga data tingkat RT/RW dan jumlah kepala keluarga yang terdampak,” ujar Prayitno, Kamis (14/5/2026).

BPBD Kota Malang menggandeng tim ahli dari Universitas Negeri Malang (UM) dalam proses pemetaan tersebut. Hasilnya, terdapat sekitar 53.860 jiwa yang dinilai rentan dan berisiko terdampak bencana.

Menurut Prayitno, ancaman paling dominan di Kota Malang masih didominasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Kondisi geografis Kota Malang yang berada di wilayah cekungan menjadi salah satu faktor utama tingginya potensi banjir.

“Ancaman tertinggi tetap banjir. Kota Malang ini bentuknya cekungan. Dari arah utara yaitu Pakis, Tumpang, dan selatan, air mengalirnya ke sini,” jelasnya.

Karena itu, optimalisasi sistem drainase menjadi fokus penanganan perangkat daerah teknis. Sementara itu, relawan kebencanaan diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengurangan dampak saat terjadi bencana.

Baca Juga : Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, 5 Daerah di Jatim Sudah Siaga

Selain banjir dan longsor, BPBD juga mengingatkan ancaman pohon tumbang akibat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Meski Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang telah melakukan perempesan pohon secara berkala, kondisi cuaca buruk tetap dapat memicu patahnya dahan maupun batang pohon besar.

Prayitno menegaskan, seluruh data kerawanan tersebut telah diserahkan kepada masing-masing lurah agar penanganan dan mitigasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Data itu juga memuat informasi detail warga prioritas, mulai nama, alamat hingga usia untuk kepentingan evakuasi saat kondisi darurat.

“Jadi Pak Lurah sekarang sudah punya peta. Jika ada ancaman bencana, tanggapnya bisa langsung ke titik sasaran. Dalam Musrenbang pun, data ini bisa digunakan untuk mitigasi sosial maupun struktural guna mengurangi risiko bencana,” pungkasnya.