Neverland di Malang Pecah, Roni Parulian For Revenge hingga Tulus Bikin Susah Move On
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
03 - May - 2026, 05:30
JATIMTIMES - Lapangan Rampal menjelma menjadi ruang tanpa batas pada Sabtu malam (2/5/2026). Ribuan penonton memadati lokasi konser bertajuk Neverland, menghadirkan lautan manusia yang larut dalam satu irama, satu rasa, dan satu euforia yang tak terputus hingga larut malam.
Sejak matahari mulai condong ke barat, arus penonton sudah mengalir deras. Mereka datang dari berbagai penjuru, membawa ekspektasi tinggi terhadap konser yang sejak awal digadang-gadang sebagai pertemuan lintas genre dan generasi. Area konser pun perlahan penuh, dipenuhi sorak, tawa, dan percakapan hangat antarsesama penikmat musik.
Baca Juga : Kenapa Pagi Panas Sekali, Sore Hujan Deras? Ini Penjelasan BMKG
Panggung Neverland dibuka dengan penuh energi oleh The Wavings. Dentuman musik mereka langsung menyulut semangat penonton yang tak ragu merapat ke depan panggung. Riuh tepuk tangan dan teriakan menjadi pembuka sempurna yang menandai bahwa malam itu tidak akan berjalan biasa saja.
Nuansa kemudian bergeser saat Danyannisa mengambil alih panggung. Dengan karakter vokal yang lembut namun kuat, ia menghadirkan atmosfer yang lebih intim. Penonton tampak ikut tenggelam, sebagian mengangkat ponsel, mengabadikan momen yang terasa begitu personal di tengah keramaian.
Tak berselang lama, Altersense membawa warna baru dengan eksplorasi musik yang dinamis. Permainan instrumen yang solid berpadu dengan pencahayaan panggung menciptakan pengalaman visual dan audio yang memikat. Penonton kembali bergelora, mengikuti setiap irama yang dimainkan.
Memasuki fase berikutnya, Roni Parulian tampil memukau. Suaranya yang khas berhasil menghipnotis ribuan penonton, menciptakan momen di mana seluruh area konser seakan bernyanyi bersama. Lagu demi lagu dilantunkan dengan penuh penghayatan, mempertegas kedekatan antara musisi dan penonton.
Suasana kemudian berubah menjadi syahdu saat Nadin Amizah naik ke atas panggung. Dengan lirik-lirik puitis dan aransemen yang lembut, ia menghadirkan jeda emosional di tengah gegap gempita konser. Ribuan penonton tampak larut, beberapa bahkan ikut menyanyikan bait demi bait dengan penuh perasaan.
Memasuki malam yang semakin pekat, energi kembali meledak lewat penampilan For Revenge. Band ini sukses mengguncang Lapangan Rampal dengan lagu-lagu penuh emosi yang langsung disambut koor massal. Atmosfer berubah menjadi lebih intens, penuh teriakan dan luapan perasaan yang tak terbendung.
Puncak kehangatan hadir saat Tulus tampil di hadapan ribuan penonton. Lagu-lagu populernya dinyanyikan bersama, menciptakan harmoni yang begitu kuat. Suasana menjadi hangat, intim, sekaligus megah, sebuah momen yang sulit dilupakan bagi siapa pun yang hadir.
Baca Juga : IG Ahmad Dhani Hilang Usai Unggahan Kontroversial, Ini Penyebabnya
Sebagai penutup, The Adams menutup malam dengan penuh gaya. Sentuhan musik mereka menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus energi segar, membuat konser berakhir dengan kesan mendalam yang masih terasa bahkan setelah lampu panggung meredup.
Salah satu penonton, Ulthary, mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Malang, mengaku takjub dengan keseluruhan pengalaman yang ia rasakan. Ia mengaku beberapa kali menonton konser namun baru merasakan keseruan pada malam kemarin.
“Ini benar-benar di luar ekspektasi. Bukan cuma soal musiknya, tapi suasananya juga dapet banget. Dari awal sampai akhir tuh rasanya hidup terus. Aku ngerasa kayak benar-benar masuk ke dunia Neverland,” ujar Thary.
Ia juga menambahkan bahwa keberagaman line-up menjadi kekuatan utama konser ini. “Jarang ada konser yang bisa nyatuin banyak genre tapi tetap terasa nyambung. Semua penampil punya ciri khas sendiri, tapi tetap bisa dinikmati bareng-bareng. Ini pengalaman yang bakal aku ingat lama,” tambahnya.
Konser Neverland bukan sekadar pertunjukan musik biasa. Lebih dari itu, ia menjadi ruang pertemuan berbagai emosi, kenangan, dan identitas musikal dalam satu panggung besar. Dengan ribuan penonton yang hadir dan atmosfer yang terus hidup sepanjang malam, Lapangan Rampal menjadi saksi bagaimana musik mampu menyatukan banyak orang dalam satu pengalaman yang magis dan tak terlupakan.
