Gandeng BPS Kota Blitar, Unisba Hadirkan Pojok Statistik untuk Mahasiswa
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Yunan Helmy
29 - Apr - 2026, 11:50
JATIMTIMES – Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Terbaru, kampus yang dikenal dengan tagline The Real Entrepreneur University itu meresmikan Pojok Statistik hasil kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah strategis Unisba dalam membangun budaya akademik berbasis data, sekaligus memperluas akses mahasiswa dan sivitas akademika terhadap informasi statistik yang kredibel dan terukur.
Baca Juga : Truk Bermuatan Pasir Ringsek Ditabrak KA Dhoho di Blitar
Peresmian Pojok Statistik berlangsung di lingkungan kampus Unisba Blitar, Selasa 28 April 2026 dan dihadiri jajaran pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta perwakilan BPS Kota Blitar.
Rektor Unisba Blitar Dr Soebiantoro menegaskan bahwa data kini menjadi elemen penting dalam hampir seluruh aspek kehidupan, mulai pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, hingga arah pembangunan daerah dan nasional.
“Di era modern saat ini, kita hidup dalam tatanan data-driven era. Data bukan lagi sekadar angka, tetapi telah menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, perumusan kebijakan, hingga arah pembangunan bangsa,” ujarnya dalam sambutan.
Menurut Soebiantoro, kehadiran Pojok Statistik bukan sekadar penyedia ruang fisik di lingkungan kampus. Lebih dari itu, fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat pembelajaran dan penguatan literasi data bagi sivitas akademika.
“Kehadiran Pojok Statistik di Unisba Blitar ini bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan ruang strategis pembelajaran, literasi, dan penguatan budaya berpikir berbasis data di kalangan civitas akademika,” katanya.
Dorong Riset Mahasiswa Lebih Berkualitas
Ia menjelaskan, kerja sama antara perguruan tinggi dan BPS Kota Blitar merupakan bentuk sinergi nyata yang memiliki manfaat luas. Salah satunya meningkatkan literasi statistik mahasiswa serta mendukung kegiatan penelitian dengan basis data yang valid dan terpercaya.
Selain itu, kolaborasi tersebut diharapkan menumbuhkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya data dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah.
“Pojok Statistik ini kami harapkan menjadi pusat rujukan data bagi mahasiswa dan dosen, sarana edukasi bagi masyarakat, bahkan embrio lahirnya inovasi-inovasi berbasis data di Unisba Blitar,” ucap Soebiantoro.
Dengan tersedianya akses data resmi dan terstruktur, mahasiswa diharapkan semakin mudah menyusun tugas akhir, penelitian ilmiah, kajian sosial ekonomi, maupun pengembangan gagasan kewirausahaan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Siapkan Lulusan Adaptif dan Analitis
Sebagai kampus yang menempatkan kewirausahaan sebagai identitas utama, Unisba Blitar menilai penguasaan data menjadi kompetensi penting bagi lulusan masa depan.
Soebiantoro menegaskan, pihaknya berkomitmen melahirkan sarjana yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan membaca peluang dan mengambil keputusan secara tepat.
“Kami percaya bahwa mahasiswa yang memahami data akan lebih siap menjadi wirausahawan yang cerdas, pengambil keputusan yang tepat, dan agen perubahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga : Klasemen BRI Super League Usai Derby Jatim: Persebaya Melejit ke 4 Besar, Arema FC Tertahan
Pandangan tersebut sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha saat ini yang menuntut sumber daya manusia adaptif, analitis, serta mampu merespons perubahan berbasis informasi yang akurat.
Produk Statistik BPS Harus Dimanfaatkan Luas
Sementara itu, Kepala BPS Kota Blitar Hanung Pramusito menyambut positif kolaborasi bersama Unisba Blitar. Menurut dia, keberadaan Pojok Statistik menjadi sarana penting untuk mendekatkan produk-produk statistik resmi kepada dunia kampus.
“Pojok Statistik ini untuk meningkatkan literasi statistik kepada mahasiswa dan kepada sivitas akademika. Kami menginginkan agar produk BPS, yaitu statistik bisa dimanfaatkan lebih luas oleh sivitas akademika dan juga oleh para mahasiswa,” ujarnya.
Hanung menambahkan, data statistik resmi memiliki peran vital dalam penyusunan riset, evaluasi kebijakan, hingga membaca dinamika sosial ekonomi masyarakat. Karena itu, pemanfaatannya di lingkungan perguruan tinggi perlu terus diperluas.
Dengan akses yang lebih mudah, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna data, tetapi juga dapat belajar memahami metodologi, membaca tren, serta menyusun analisis yang lebih tajam dan objektif.

Sinergi untuk Pembangunan Daerah
Kerja sama Unisba Blitar dan BPS Kota Blitar juga membuka peluang kolaborasi lanjutan dalam bentuk pelatihan statistik, pendampingan riset mahasiswa, hingga program bersama yang mendukung pembangunan daerah berbasis data.
Langkah ini menegaskan peran perguruan tinggi bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
Di akhir sambutannya, Dr Soebiantoro menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Unisba dan BPS Kota Blitar.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang dalam berbagai program yang memberi manfaat nyata bagi mahasiswa, kampus, dan masyarakat,” katanya.
Dengan diresmikannya Pojok Statistik, Unisba Blitar menandai babak baru penguatan ekosistem akademik modern: kampus yang mendorong ilmu pengetahuan, riset berkualitas, dan pembangunan berbasis data.
