Unisba Blitar Akan Gelar Rector’s Cup 2026, Turnamen Mobile Legends Jadi Ajang Prestasi Pelajar Blitar Raya
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Nurlayla Ratri
22 - Apr - 2026, 02:47
JATIMTIMES – Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar kembali menunjukkan komitmennya dalam membaca perkembangan zaman sekaligus merangkul potensi generasi muda. Kampus yang dikenal aktif mendorong inovasi pendidikan itu akan menggelar Rector’s Cup Unisba Blitar 2026, sebuah turnamen Mobile Legends tingkat SMA/SMK se-Blitar Raya.
Ajang bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Aula Terbuka Unisba Blitar. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi ruang kompetisi sehat bagi pelajar sekaligus sarana menyalurkan bakat di bidang esport yang terus berkembang pesat di Indonesia.
Wadah Prestasi dan Talenta Digital Pelajar
Baca Juga : Bupati Gresik Buka TMMD ke-128, Jalan Desa, JUT hingga RTLH Jadi Prioritas Utama
Turnamen ini terbuka bagi pelajar tingkat SMA/SMK se-Blitar Raya dengan kuota peserta sebanyak 64 tim. Panitia menerapkan sistem single elimination atau sistem gugur, sehingga setiap pertandingan akan berlangsung kompetitif sejak babak awal.
Selain itu, seluruh pertandingan akan menggunakan mode Custom Draft Pick 5 vs 5, sesuai standar resmi permainan Mobile Legends. Kehadiran wasit resmi dari ESI juga disiapkan guna menjamin jalannya kompetisi berlangsung profesional, adil, dan sportif.
Wakil Rektor I Unisba Blitar, Ir Tri Kurniastuti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan kampus terhadap perkembangan potensi generasi muda, khususnya di bidang teknologi digital dan industri kreatif.
“Dunia pendidikan harus mampu hadir mengikuti perkembangan zaman. Hari ini kita melihat bahwa esport bukan sekadar permainan, tetapi juga ruang pembelajaran tentang strategi, kerja sama tim, komunikasi, disiplin, hingga kepemimpinan. Karena itu, Unisba Blitar ingin memberi wadah yang positif bagi pelajar,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Menurut Tri Kurniastuti, Rector’s Cup 2026 tidak hanya dimaksudkan sebagai kompetisi, tetapi juga momentum membangun ekosistem talenta muda di Blitar Raya agar siap menghadapi era ekonomi digital.
“Kami ingin anak-anak muda Blitar Raya memiliki panggung untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dari kegiatan seperti ini, lahir kepercayaan diri, semangat berprestasi, dan kemampuan berkompetisi secara sehat,” katanya.
Ia menambahkan, kampus memiliki tanggung jawab moral untuk membuka ruang pengembangan minat dan bakat generasi muda di luar ruang kelas formal. Karena itu, Unisba terus mendorong program-program yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat kuliah. Kampus juga harus menjadi pusat tumbuhnya kreativitas, inovasi, dan jejaring masa depan generasi muda,” tegasnya.
Hadiah Menarik dan Aturan Kompetisi Profesional
Panitia menyediakan total hadiah menarik bagi para pemenang. Juara pertama akan memperoleh sertifikat, trofi, serta uang pembinaan sebesar Rp1.000.000. Juara kedua mendapat sertifikat dan Rp750.000, juara ketiga meraih sertifikat serta Rp500.000, sementara kategori MVP akan memperoleh sertifikat dan Rp250.000.
Untuk mengikuti kompetisi ini, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 per tim. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan yang telah disediakan panitia dan akan ditutup sewaktu-waktu apabila kuota peserta telah terpenuhi.
Setelah mengisi formulir pendaftaran, peserta diwajibkan melakukan konfirmasi melalui WhatsApp kepada admin panitia agar dapat dimasukkan ke grup resmi turnamen. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan koordinasi teknis, jadwal pertandingan, dan penyampaian aturan lomba.
Baca Juga : Hari Bumi di MIN 1 Kota Malang, Edukasi Lingkungan Diperkuat Lewat Aksi Nyata
Dalam ketentuan umum, setiap tim wajib berasal dari satu sekolah yang sama, dengan maksimal dua tim dari setiap sekolah. Peserta juga diwajibkan membawa kartu identitas seperti KTP atau kartu pelajar saat proses verifikasi.
Panitia turut menegaskan komitmennya terhadap sportivitas. Seluruh peserta dilarang menggunakan cheat, aplikasi pihak ketiga, melakukan bug exploit, bersikap tidak sportif, merokok atau vape di area kampus, serta dilarang melakukan sharing akun.
Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenakan sanksi mulai dari peringatan, kekalahan pertandingan, hingga diskualifikasi dari turnamen.
Tri Kurniastuti menegaskan bahwa penegakan aturan menjadi bagian penting agar kompetisi berjalan sehat dan mendidik.
“Kami ingin peserta belajar bahwa prestasi tidak bisa dipisahkan dari integritas. Menang dengan jujur jauh lebih bernilai daripada menang dengan cara yang salah,” ujarnya.
Komitmen Kampus Menyongsong Masa Depan
Lebih jauh, ia berharap Rector’s Cup 2026 mampu menjadi agenda tahunan yang dinantikan pelajar di Blitar Raya serta memperkuat citra Unisba sebagai kampus yang adaptif terhadap perubahan.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi generasi muda untuk datang, berkompetisi, dan mengenal lebih dekat lingkungan akademik Unisba Blitar. Kampus ini ingin tumbuh bersama masyarakat,” katanya.
Kehadiran turnamen ini juga dinilai sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia unggul. Di tengah transformasi digital yang semakin cepat, kemampuan kolaborasi, pemecahan masalah, serta literasi teknologi menjadi bekal penting bagi generasi masa depan.
Melalui Rector’s Cup 2026, Unisba Blitar tidak hanya menggelar kompetisi, tetapi juga mengirim pesan bahwa dunia pendidikan harus berani merangkul perubahan. Ketika kampus dan generasi muda berjalan bersama, maka masa depan daerah akan dibangun oleh talenta-talenta yang siap bersaing secara global.
