Khusnul Khuluk Anggota DPRD Jatim Dorong Integrasi Pertanian-Peternakan Modern di Lumajang
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
31 - Mar - 2026, 06:16
JATIMTIMES – Transformasi sektor pertanian dari metode konvensional menuju sistem modern yang terintegrasi menjadi kunci utama dalam mempercepat swasembada pangan nasional. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) Khusnul Khuluk.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda yang dipadukan dengan sentuhan teknologi inovatif adalah jawaban konkret atas tantangan pangan dan persoalan lingkungan masa depan.
Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025
Khusnul menjelaskan bahwa pola pertanian masa kini tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara lama yang statis. Ia mendorong penerapan sistem terpadu antara sektor pertanian dan peternakan guna meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menekan angka pencemaran lingkungan akibat limbah operasional.
“Keterpaduan antara peternakan dan pertanian itu penting, tidak hanya untuk pangan, tapi juga menjawab persoalan limbah dan pencemaran. Ini menjadi jawaban atas tantangan zaman,” ujar Khusnul saat menggelar sosialisasi dan pelatihan pertanian modern di Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Minggu (29/3/2026).
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lumajang–Jember ini, peran aktif anak muda sangat krusial dalam ekosistem ini. Dengan sentuhan inovasi, produktivitas pertanian diyakini dapat meningkat drastis sehingga target kedaulatan pangan nasional bisa terwujud lebih cepat.
Selain aspek teknis produksi, Khusnul juga menekankan pentingnya penguatan hilirisasi dan ekonomi kreatif di pedesaan. Hal ini disimbolkan melalui peresmian Menara Farm & Cafe, sebuah konsep usaha yang dirancang sebagai ruang kolaborasi dan pusat pertukaran ide bagi para pengusaha muda serta masyarakat setempat.
“Cafe ini bukan hanya tempat nongkrong, tapi juga ruang diskusi dan pengembangan ide. Harapannya bisa menjadi sumber penghasilan dan memperkuat ekonomi anggota melalui pengelolaan yang transparan,” imbuhnya.
Baca Juga : DPRD Beri Catatan Kritis, Minta Program Pendidikan di Kota Malang Berkelanjutan dan Transparan
Khusnul optimistis, dengan dukungan pelatihan yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, wilayah Lumajang dan Jember memiliki potensi besar untuk menjadi penopang utama ketahanan pangan di Jatim.
Langkah ini diharapkan menjadi percontohan bagaimana sektor pertanian dapat dikemas lebih menarik dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar utamanya sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.
