One Piece Season 2 Banjir Pujian dari Kritikus: Lebih Besar, Seru, dan Ambisius dibanding Musim Pertama
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
11 - Mar - 2026, 10:34
JATIMTIMES - Musim kedua serial live-action One Piece mulai menuai banyak pujian dari para kritikus bahkan sebelum resmi dirilis. Banyak ulasan awal yang menyebut musim terbaru ini tampil lebih besar, lebih ambisius, dan jauh lebih seru dibanding musim pertamanya.
Serial yang diadaptasi dari manga karya Eiichiro Oda ini kembali tayang di platform streaming Netflix. Setelah sukses besar di musim pertama, ekspektasi penggemar terhadap kelanjutan kisah petualangan Luffy dan kru Topi Jerami pun semakin tinggi.
Baca Juga : Satu Korban Hanyut Banjir Jatibanteng Ditemukan di Sungai Lubawang Situbondo
Musim pertama sendiri mendapat sambutan positif dari kritikus maupun penonton. Di situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, musim pertama memperoleh skor kritikus 86 persen dan skor penonton mencapai 95 persen.
Tak heran jika musim kedua yang diberi judul One Piece: Into the Grand Line langsung menuai sorotan banyak orang.
Sejumlah kritikus menilai musim kedua menghadirkan peningkatan besar dari berbagai sisi, mulai dari cerita, karakter, hingga efek visual.
Kritikus Alison Mattingly dari Nerdist mengatakan musim terbaru ini terasa jauh lebih besar dibandingkan musim sebelumnya.
“Dengan senang hati kami mengatakan bahwa musim ini lebih besar, lebih baik, dan jauh lebih ambisius dalam hampir semua aspek dibanding perjalanan pertamanya,” tulisnya, dilansir Rotten Tomatoes, Rabu (11/3/2026).
Ia juga menyoroti peningkatan kualitas efek visual yang dinilai semakin memukau. “Musim ini dipenuhi banyak karakter baru yang menarik, tetapi tetap terasa seimbang. Salah satu peningkatan terbesar terlihat dari efek visualnya, baik dari jumlah maupun kualitasnya.” tambahnya.
Kritikus Nick Valdez dari ComicBook.com juga memuji bagaimana musim kedua memperluas dunia cerita yang sudah dibangun sebelumnya.
“Musim kedua mengambil semua hal yang berhasil di musim pertama dan mengembangkannya lebih jauh, dengan taruhan cerita yang lebih besar, hubungan karakter yang lebih kuat, serta pilihan cerita yang lebih berani,” tulisnya.
Ia menilai serial ini menjadi petualangan penuh aksi yang sayang untuk dilewatkan.
Hal senada disampaikan LaNeysha Campbell dari But Why Tho? A Geek Community. Ia menyebut musim kedua mampu memperluas dunia cerita tanpa kehilangan esensi dari karya aslinya.
“Musim kedua bahkan lebih berani dibanding sebelumnya. Aksi yang ditampilkan lebih ambisius, konflik politiknya semakin terasa, namun tetap setia pada materi sumbernya,” tulis Campbell.
Selain cerita, penampilan para pemain juga mendapat banyak pujian. Kritikus menilai para aktor kini jauh lebih nyaman dengan karakter yang mereka perankan.
Baca Juga : Tiga Tahun Lebih, Kasus Pembacokan Seorang Pengacara di Lamongan Belum Terungkap
Julian Lytle dari RIOTUS menilai pemeran utama Monkey D. Luffy tampil sangat meyakinkan.
“Para pemain kini terlihat jauh lebih nyaman dengan peran mereka dibanding musim lalu. Iñaki Godoy sangat luar biasa sebagai Luffy. Ia membawa semua energi, kelucuan, pesona, dan tekad yang memang dibutuhkan dari karakter itu,” tulisnya.
Ia bahkan menilai musim kedua secara keseluruhan tampil lebih baik. “Segalanya terasa lebih baik di musim ini, dan Eiichiro Oda bersama seluruh tim produksi pantas bangga dengan hasilnya.” imbuhnya.
Kritikus dari Collider, David Caballero, menilai salah satu kekuatan terbesar serial ini ada pada adegan aksinya yang intens namun tetap mudah diikuti.
“Tidak ada satu pun pemain yang terasa lemah dalam serial ini. Adegan pertarungannya terasa intens dan dinamis, tetapi tetap mudah dipahami oleh penonton,” tulisnya.
Menurutnya, musim kedua juga berhasil memperluas dunia cerita dengan memperkenalkan banyak karakter baru. Serial ini juga disebut tetap mempertahankan semangat khas karya Eiichiro Oda yang unik dan penuh imajinasi.
Beberapa kritikus bahkan menyebut live-action One Piece masih menjadi standar tertinggi untuk adaptasi manga atau anime ke format live-action.
Travis Hymas dari InBetweenDrafts menyebut serial ini tetap menjadi contoh terbaik bagaimana adaptasi seharusnya dibuat.
“Adaptasi ini tetap menjadi standar tinggi untuk adaptasi manga, sekaligus pintu masuk yang sangat baik bagi penonton baru untuk mengenal cerita luar biasa ini,” tulisnya.
Meski begitu, beberapa kritik kecil tetap ada. Salah satunya terkait jumlah karakter yang semakin banyak sehingga membuat beberapa alur cerita terasa kurang mendalam.
