Update Korban Laka Maut Batu: Sisa Satu Pasien Luka Berat di RSB Hasta Brata
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Dede Nana
25 - Feb - 2026, 04:21
JATIMTIMES – Perkembangan positif mulai terlihat dari para korban kecelakaan maut akibat truk rem blong yang sempat mengguncang Kota Batu beberapa waktu lalu. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) TK III Hasta Brata Batu, salah satu pasien yang mengalami luka berat di bagian kepala, Zezen Ardianto, kini telah dinyatakan stabil dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Kepulangan Zezen menjadi kabar baik setelah sebelumnya ia harus naik ke meja operasi akibat luka robek serius yang dideritanya. Tim medis memutuskan Zezen bisa menjalani rawat jalan setelah hasil evaluasi pascaoperasi menunjukkan kondisi fisik yang terus menguat.
Baca Juga : Kumuh dan Tak Terawat, Lima Halte di Kota Batu Rusak hingga 80 Persen
Kasubbid Yanmeddokpol RS Bhayangkara TK III Hasta Brata Batu, dr. Aulia Dewi Kusumawati SpEM, membenarkan bahwa Zezen telah kembali ke rumah pada Senin (23/2/2026) pagi.
"Kondisi Pak Zezen pascaoperasi terpantau jauh membaik, sehingga sudah diizinkan pulang tadi pagi," jelas dr. Aulia.
Kendati sudah berada di rumah, Zezen tidak serta merta lepas dari pengawasan tim medis. Ia tetap diwajibkan menjalani kontrol rutin untuk memastikan luka operasinya mengering sempurna. Selain itu, pemantauan ketat pada sistem saraf dan potensi infeksi di area kepala tetap dilakukan mengingat trauma berat akibat benturan saat insiden kecelakaan tersebut.
Dengan pulangnya Zezen, kini tersisa satu pasien lagi yang masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, yakni Lilik Yuliani. Meski pemulihannya berjalan perlahan atau slow progress, Lilik menunjukkan grafik kesehatan yang menggembirakan.
"Saat ini tinggal pasien atas nama Lilik Yuliani yang masih dirawat. Kabar baiknya, pasien sudah dipindahkan dari ruang High Care Unit (HCU) ke ruang rawat inap biasa," kata dr. Aulia.
Baca Juga : MBG Ramadan Dikeluhkan Warga, Kreator di Inggris Ini Bandingkan dengan Standar Negara Maju
Saat ini, fokus utama tim dokter adalah mengembalikan kemampuan motorik Lilik. Petugas medis melakukan pemantauan harian terhadap kemampuan gerak tangan dan kaki pasien yang sempat terhambat. Gangguan motorik ini diduga kuat akibat dampak benturan keras saat Lilik terlempar dari kabin mobil saat kecelakaan terjadi.
Terkait kapan Lilik bisa menyusul pulang, pihak rumah sakit belum memberikan tanggal pasti. Tim medis masih menunggu penilaian klinis akhir untuk memastikan pasien benar-benar siap kembali ke rumah.
"Keputusan pulang bergantung pada penilaian klinis dokter penanggung jawab. Harapan kami, jika dalam waktu dekat kondisinya terus stabil, pasien bisa secepatnya pulang," pungkasnya.
